Isu miring mengenai kehadiran orang ketiga dalam keretakan rumah tangga Sarwendah dan Ruben Onsu akhirnya mendapat bantahan tegas. Melalui kuasa hukumnya, Chris Sam Siwu, Sarwendah menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah penyelesaian masalah hukum terkait perceraian, bukan spekulasi kehidupan asmara.
Chris Sam Siwu menyatakan bahwa persoalan pribadi kliennya, termasuk kemungkinan adanya hubungan baru pasca-perceraian, tidak seharusnya dicampuradukkan dengan proses hukum yang sedang berjalan. Menurutnya, hal tersebut justru tidak relevan dengan substansi sengketa yang tengah dihadapi.
“Kami melihat tudingan mengenai pengaruh orang terdekat atau pasangan baru dalam konflik ini adalah hal yang tidak berdasar dan di luar konteks,” ujar Chris Sam Siwu saat memberikan keterangan pers di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada Minggu, 31 Mei 2026.
Ia menekankan bahwa setiap individu, termasuk Sarwendah dan Ruben Onsu, memiliki hak penuh untuk melanjutkan hidup dan menjalin hubungan baru setelah resmi bercerai. Keputusan serta sikap Sarwendah, menurutnya, murni didasarkan pada fakta-fakta hukum yang telah ia temui.
Pihak Sarwendah secara tegas menolak anggapan bahwa kliennya mudah dipengaruhi oleh pendapat orang lain. Semua langkah yang diambil telah melalui pertimbangan matang dan memiliki dasar hukum yang kuat.
Lebih lanjut, Chris juga menyatakan kesiapannya untuk membuktikan bahwa pernyataan yang disampaikan oleh kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, tidak sepenuhnya akurat. Ia mengklaim memiliki bukti yang berbanding terbalik dengan tudingan yang dilontarkan.
Fokus utama saat ini, menurut tim hukum Sarwendah, seharusnya tertuju pada pembagian aset dan kesejahteraan anak-anak mereka. Pertemuan dengan anak-anak menjadi poin krusial yang perlu diselesaikan melalui koordinasi sehat antara kedua orang tua.
Chris menyayangkan jika urusan teknis mengenai anak harus selalu melibatkan campur tangan pengacara secara berlebihan. Komunikasi langsung antara mantan suami dan istri untuk urusan anak dinilai sebagai hal yang wajar dan menyehatkan.
Ia berharap agar kehadiran orang baru dalam kehidupan masing-masing tidak dijadikan alasan untuk memutus akses komunikasi terkait anak. Anak adalah buah hati dari bapak dan ibu, sehingga fungsi orang tua tidak boleh hilang meski ikatan pernikahan telah berakhir.
Kubu Sarwendah secara terbuka mempertanyakan upaya komunikasi Ruben Onsu sebelum melontarkan tuduhan, termasuk melalui pesan singkat. Situasi ini semakin pelik dengan adanya isu tunggakan cicilan rumah yang mencuat sejak Juni 2024.
Menutup pernyataannya, Chris Sam Siwu berharap semua pihak dapat lebih bijak dan tidak memperkeruh suasana dengan asumsi yang tidak berdasar. Kejelasan hukum dan kebahagiaan anak adalah prioritas yang tidak bisa ditawar lagi.
