Gelaran Piala Dunia 2026 terus menyajikan drama dan kejutan, baik di dalam maupun luar lapangan. Sorotan tertuju pada pernyataan Jürgen Klopp yang menepis spekulasi melatih Timnas Jerman setelah tersingkirnya Die Mannschaft, cedera bek Inggris Tino Livramento yang membuatnya absen dari turnamen, serta keputusan krusial Federasi Sepak Bola Afrika (CAF) terkait format Africa Cup of Nations (AFCON). Berbagai insiden dan perkembangan menarik lainnya juga mewarnai perhelatan akbar sepak bola internasional ini.
Setelah kegagalan Jerman di Piala Dunia 2026, desas-desus mengenai masa depan pelatih Julian Nagelsmann mencuat, memicu spekulasi tentang siapa yang akan menggantikannya. Nama Jürgen Klopp, mantan manajer Liverpool yang kini menjabat kepala sepak bola global Red Bull, santer disebut-sebut sebagai kandidat utama. Namun, Klopp dengan tegas menepis rumor tersebut, menyatakan bahwa ini "bukan momen yang tepat" untuk membahas posisi pelatih Timnas Jerman.
Dalam wawancara sebagai pandit di MagentaTV yang dikutip oleh Bild, Klopp mengungkapkan empati terhadap situasi yang dialami tim nasional. Ia menegaskan bahwa dirinya memiliki pekerjaan yang sangat ia nikmati dan bukan pekerjaan paruh waktu, sehingga fokusnya saat ini bukan pada masa depan pribadinya di tengah kekecewaan publik Jerman. Nagelsmann sendiri menyatakan komitmennya untuk tetap melatih Jerman jika DFB (Federasi Sepak Bola Jerman) menginginkan, menolak untuk menyerah di tengah jalan.
Kekalahan Jerman dari Paraguay melalui adu penalti di Boston tidak hanya mengejutkan banyak pihak, tetapi juga memicu gelombang kritik pedas dari media-media besar Jerman. Surat kabar Bild menyebutnya "mimpi buruk sepak bola Jerman berikutnya," sementara kolumnis Marion Horn mengkritik keras respons Kanselir Friedrich Merz yang mengucapkan "bangga" atas penampilan tim. Kritikus lain menyoroti VAR yang menganulir gol Jonathan Tah dan menilai performa Jerman sepanjang turnamen tidak meyakinkan, mencerminkan krisis dalam sepak bola negara tersebut.
Di sisi lain, skuad Inggris juga menghadapi tantangan dengan cedera yang menimpa bek Tino Livramento. Pemain berusia 23 tahun dari Newcastle United itu harus absen dari Piala Dunia 2026 setelah mengalami cedera betis menjelang pertandingan pertama Inggris melawan Kroasia. Newcastle United mengonfirmasi bahwa Livramento telah menjalani prosedur bedah minor yang sukses dan diharapkan bisa kembali beraksi di pramusim.
Cedera ini menambah daftar panjang masalah fisik Livramento, yang sebelumnya juga sempat absen di akhir musim 2025-26 akibat cedera paha. Posisinya di skuad Piala Dunia Inggris digantikan oleh bek Chelsea, Trevoh Chalobah. Kasus ini menyoroti kerapuhan fisik beberapa pemain kunci yang menjadi tantangan besar bagi tim-tim di turnamen besar seperti Piala Dunia.
Sementara itu, di ranah sepak bola Afrika, proposal untuk memperluas turnamen Africa Cup of Nations (AFCON) dari 24 menjadi 28 tim telah ditolak. Rencana ini diajukan oleh Presiden CAF, Patrice Motsepe, pada konferensi pers di Dar-es-Salaam, Tanzania, pada Februari lalu. Jika disetujui, format baru tersebut akan diterapkan mulai turnamen 2028. Namun, dua anggota komite eksekutif CAF yang tidak disebutkan namanya mengonfirmasi bahwa ide tersebut telah divoting down, menandakan adanya perbedaan pandangan di internal federasi terkait pengembangan turnamen.
Drama Piala Dunia 2026 juga diwarnai oleh tersingkirnya beberapa tim unggulan dan kejutan dari tim kuda hitam. Jepang, yang sempat digadang-gadang sebagai kuda hitam, harus mengakui keunggulan Brasil. Sementara itu, Belanda tersingkir secara dramatis oleh Maroko melalui adu penalti, di mana performa gemilang kiper Yassine Bounou menjadi penentu. Hasil ini juga membuat ekonom Joachim Klement, yang dikenal karena prediksi akuratnya, mengakui kegagalannya setelah memilih Belanda sebagai juara.
Menjelang pertandingan babak 32 besar, perhatian juga tertuju pada laga antara Pantai Gading melawan Norwegia, serta pertemuan antara Meksiko dan Ekuador di Stadion Azteca yang legendaris. Amerika Serikat sebagai tuan rumah akan menghadapi Bosnia dan Herzegovina, dengan profil pemain Wisconsin-born Esmir Bajraktarević menjadi sorotan. Di sisi lain, Timnas DR Kongo, yang akan menghadapi Inggris, dianggap sebagai simbol persatuan nasional di tengah perpecahan etnis dan politik, meskipun sempat diwarnai kontroversi visa bagi salah satu penggemar berat mereka, Lumumba Vea.
Berbagai kabar dari luar lapangan juga tak kalah menarik perhatian. Bek Real Madrid, Ferland Mendy, dilaporkan akan menghadapi persidangan atas tuduhan anjingnya menyerang seorang remaja dan dua anjing lainnya. Di Inggris, organisasi wasit Professional Game Match Officials (PGMO) akan melakukan rebranding menjadi "Pro Ref" dan menggabungkan wasit Premier League dan EFL Championship dalam satu grup. Sementara itu, kontroversi politik muncul setelah Sekretaris Keamanan Dalam Negeri AS, Markwayne Mullin, menyatakan kegembiraannya atas eliminasi Iran dari Piala Dunia, yang kemudian dibalas oleh juru bicara kementerian luar negeri Iran yang menyebut turnamen tersebut "sangat terpolitisasi".
Piala Dunia 2026 terus membuktikan dirinya sebagai panggung global yang tidak hanya menyajikan pertandingan sepak bola kelas dunia, tetapi juga cerita-cerita manusiawi dan dinamika sosial-politik yang mendalam. Dari penolakan Klopp atas tawaran melatih Jerman hingga perjuangan Livramento dengan cedera, dan keputusan krusial AFCON, setiap hari membawa perkembangan baru yang membentuk narasi turnamen ini. Pertandingan-pertandingan seru di babak selanjutnya, ditambah dengan kisah-kisah di baliknya, menjanjikan lebih banyak kejutan dan momen tak terlupakan bagi para penggemar sepak bola di seluruh dunia.











