Tuesday, 14 July 2026
BREAKING
SEPAKBOLA

Kembali ke Momen Dramatis Inggris vs Argentina: Duel Sengit Piala Dunia yang Masih Membekas

Oleh Herfansyah July 14, 2026 5 hours lalu 0 komentar

Dua pertandingan klasik Piala Dunia antara Inggris dan Argentina pada tahun 1998 dan 2002 masih membekas dalam ingatan banyak pecinta sepak bola. Momen-momen dramatis tersebut diungkap kembali oleh para tokoh kunci yang terlibat. Diego Simeone, Michael Owen, dan Glenn Hoddle berbagi pandangan mereka.

Rivalitas ini bukan sekadar persaingan di lapangan hijau. Sejarah panjang yang melibatkan invasi Inggris ke Argentina pada awal abad ke-19 turut mewarnai ketegangan. Peristiwa ikonik seperti ‘Tangan Tuhan’ dan tendangan penalti David Beckham menambah dimensi dramatisnya.

Meski diwarnai ketegangan, para pelaku di lapangan menyadari bahwa Inggris dan Argentina adalah rival sepak bola yang sempurna. Pertemuan mereka sering digambarkan sebagai satu-satunya derby trans-kontinental.

Rivalitas ini terbentuk dari perpaduan politik, sejarah, dan folklore sepak bola. Ketika topik tentang Inggris diangkat, mata para pesepak bola Argentina seringkali berbinar penuh semangat.

Di Piala Dunia 1998, Inggris harus mengakui keunggulan Argentina. Peristiwa paling diingat adalah kartu merah yang diterima David Beckham akibat menendang Diego Simeone. Momen tersebut menjadi titik balik pertandingan yang akhirnya dimenangkan Argentina.

Beckham sendiri pernah menyatakan penyesalannya atas tindakan tersebut. Namun, ia juga mengakui bahwa Simeone punya peran dalam insiden itu. Simeone, di sisi lain, seringkali mengenang momen tersebut dengan senyum.

Empat tahun kemudian, di Piala Dunia 2002, giliran Inggris yang membalas. Gol tunggal Michael Owen dari titik penalti menjadi penentu kemenangan Inggris atas Argentina. Gol ini sekaligus memastikan Argentina tersingkir lebih awal dari turnamen.

Owen mengungkapkan kebahagiaannya bisa mencetak gol penentu dalam laga penuh gengsi tersebut. Ia merasakan sensasi luar biasa bisa mengalahkan tim rival sekuat Argentina.

Glenn Hoddle, yang saat itu menjadi pelatih Inggris, juga memiliki kenangan kuat dari kedua pertandingan tersebut. Ia melihat bagaimana rivalitas ini memotivasi para pemainnya untuk tampil maksimal.

Pertemuan Inggris dan Argentina selalu menyajikan drama dan intensitas tinggi. Pertandingan-pertandingan tersebut menjadi bukti bahwa sepak bola mampu menyatukan narasi sejarah dan emosi yang mendalam.

Para pemain dan pelatih yang terlibat dalam duel klasik ini merasakan atmosfer yang luar biasa. Mereka menjadi saksi bagaimana rivalitas lintas benua ini terus berkembang.

Setiap pertemuan kedua negara selalu dinanti. Ini bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi juga tentang cerita yang tercipta di lapangan.

Momen-momen seperti inilah yang membuat sepak bola begitu dicintai banyak orang di seluruh dunia. Terutama bagi penggemar kedua negara.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait