Lima, Peru – Politikus Keiko Fujimori resmi memenangkan pemilihan presiden Peru setelah otoritas pemilu mengumumkan hasil akhir kontestasi yang sangat ketat. Kemenangan ini mengantarkan putri mantan Presiden Alberto Fujimori tersebut ke tampuk kekuasaan setelah tiga kali kegagalan dalam pencalonan sebelumnya.
Hasil resmi menunjukkan Keiko meraih 50,135 persen suara pada putaran kedua yang digelar 7 Juni. Ia mengungguli rivalnya, anggota parlemen kubu kiri Roberto Sanchez, yang memperoleh 49,865 persen suara. Selisih keduanya sangat tipis, hanya sekitar 50 ribu suara dari total 18 juta suara yang masuk.
Dalam pidato kemenangannya di markas partainya, Keiko berjanji melanjutkan program dan kebijakan yang dinilai berhasil. Tujuannya adalah memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi negara. "Kami akan mengidentifikasi seluruh praktik terbaik, inisiatif, dan proyek yang telah membuahkan hasil agar dapat terus dilanjutkan," ujar Keiko mengutip Reuters, Sabtu (4/7).
Ia menegaskan kemenangannya sebagai awal era baru bagi Peru. "Hari ini menandai awal era baru bagi Peru, era tanggung jawab, dialog, dan hasil untuk memulihkan kepercayaan terhadap institusi kita," imbuhnya.
Kemenangan tipis ini menjadi pembalikan nasib bagi Keiko. Pada Pilpres 2021, ia kalah tipis dari politikus kiri Pedro Castillo. Castillo kemudian dimakzulkan dan dipenjara pada 2022. Ia dituduh berupaya membubarkan Kongres.
Sementara itu, Roberto Sanchez menolak mengakui pemerintahan Keiko. Ia menuding adanya kecurangan dalam pemilu, meskipun tanpa menyertakan bukti konkret. Sanchez, yang didukung kuat pemilih pedesaan, sempat memimpin penghitungan suara di awal. Ia juga menggelar aksi unjuk rasa dan mengajukan pengaduan ke Komisi Hak Asasi Manusia Antar-Amerika.
Keiko Fujimori memperoleh dukungan signifikan dari pemilih di ibu kota Lima. Suara pemilih Peru di luar negeri juga menjadi faktor krusial kemenangannya. Persaingan sengit ini kembali menyoroti tajamnya polarisasi politik di Peru.
Negara ini telah dilanda ketidakstabilan politik selama satu dekade terakhir. Hal ini menyebabkan beberapa presiden lengser dari jabatannya. Kemenangan Keiko diharapkan membawa stabilitas baru bagi Peru.











