Kebakaran dahsyat melanda sebuah gudang penyimpanan sepatu di Unyang-dong, Gimpo, Provinsi Gyeonggi, Korea Selatan, pada Rabu (24/6/2026) sore waktu setempat. Asap hitam pekat membubung tinggi ke udara, menjadi saksi bisu amukan api yang melalap tiga bangunan berstruktur baja dengan total luas lantai sekitar 331 meter persegi. Beruntung, insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa, dengan sekitar 70 orang yang berhasil dievakuasi dengan selamat dari lokasi kejadian.
Peristiwa kebakaran yang dilaporkan dimulai sekitar pukul 14.45 waktu setempat itu dengan cepat membesar. Material yang tersimpan di dalam gudang, yakni sejumlah besar sepatu, diduga kuat menjadi bahan bakar yang mempercepat penyebaran kobaran api. Intensitas api yang tinggi membuat petugas pemadam kebakaran harus bekerja ekstra keras untuk mengendalikannya, sekaligus mencegah api merambat ke bangunan lain yang berada di sekitarnya.
Menyadari potensi bahaya yang semakin meluas, otoritas pemadam kebakaran segera mengambil langkah taktis. Sekitar 21 menit setelah api pertama kali dilaporkan, status Respons Level 1 dikeluarkan. Peningkatan status menjadi Respons Level 2 menyusul sekitar 20 menit kemudian, menunjukkan tingkat urgensi dan skala penanganan yang ditingkatkan untuk memadamkan api.
Dampak dari kebakaran ini tidak hanya terbatas pada gudang sepatu yang terbakar. Beberapa bangunan milik delapan usaha yang berlokasi di sekitar tempat kejadian juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat kobaran api dan panas yang hebat. Kepala Divisi Pencegahan Kebakaran Stasiun Pemadam Kebakaran Gimpo, Kwak Seong-uk, mengkonfirmasi bahwa bangunan yang terdampak tidak hanya gudang utama, tetapi juga beberapa pabrik yang berdekatan.
Untuk mengantisipasi meluasnya jilatan api dan meminimalisir kerugian, upaya pemadaman mengerahkan sumber daya yang signifikan. Sebanyak enam unit helikopter dikerahkan untuk memantau dan membantu pemadaman dari udara, didukung oleh 64 unit peralatan pemadam kebakaran di darat. Total 165 personel pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian. Fokus utama mereka adalah mencegah api merambat lebih jauh, khususnya ke Kompleks Furnitur Gimpo yang lokasinya berdekatan.
Setelah berjuang selama kurang lebih empat jam, petugas pemadam kebakaran akhirnya berhasil mengendalikan api utama sekitar pukul 18.40 waktu setempat. Seluruh status respons darurat kemudian dicabut, menandakan bahwa situasi telah terkendali sepenuhnya. Meskipun begitu, proses pendinginan dan memastikan tidak ada titik api yang tersisa kemungkinan masih terus dilakukan untuk mencegah api kembali menyala.
Insiden kebakaran di kawasan industri seperti ini selalu menjadi perhatian serius, mengingat potensi kerugian material yang besar dan risiko keselamatan bagi para pekerja. Penyebab pasti dari kebakaran ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang. Namun, insiden ini kembali mengingatkan pentingnya penerapan standar keselamatan kebakaran yang ketat di setiap fasilitas industri, serta kesiapan tanggap darurat yang memadai untuk meminimalisir dampak buruk dari setiap insiden yang mungkin terjadi.
Keberhasilan evakuasi 70 orang tanpa adanya korban jiwa menjadi catatan penting dalam penanganan insiden ini. Hal ini menunjukkan adanya prosedur evakuasi yang berjalan baik dan kesadaran para pekerja untuk segera meninggalkan area berbahaya saat peringatan kebakaran dikeluarkan. Pengalaman ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran berharga bagi pengelola fasilitas industri lainnya di Korea Selatan, maupun di berbagai negara, dalam meningkatkan sistem mitigasi risiko kebakaran.











