Kardinal Orlando Beltran Quevedo, tokoh terkemuka dari Filipina, dianugerahi penghargaan bergengsi Harmony in Diversity Award 2026. Penganugerahan ini berlangsung di Jakarta, menandai pengakuan internasional atas kontribusinya dalam mempromosikan kerukunan.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam sebuah upacara khidmat yang dihadiri oleh berbagai tokoh lintas agama dan budaya. Kehadiran Kardinal Quevedo di Jakarta menjadi sorotan utama dalam acara tahunan ini. Ia dikenal luas atas dedikasinya yang tak kenal lelah dalam membangun jembatan dialog antarumat beragama di kawasan Asia.
Harmony in Diversity Award 2026 diberikan kepada individu atau organisasi yang dinilai berhasil mewujudkan harmoni di tengah keberagaman. Pemilihan Kardinal Quevedo sebagai penerima penghargaan tahun ini dinilai sangat tepat. Beliau telah lama menjadi advokat kuat bagi toleransi dan saling pengertian.
Dalam pidato penerimaannya, Kardinal Quevedo menekankan pentingnya menghargai perbedaan sebagai kekuatan. Ia menyatakan bahwa keragaman bukanlah ancaman, melainkan kekayaan yang harus dijaga bersama. Pesannya bergema kuat di hadapan para tamu undangan yang hadir.
Acara ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi para pemangku kepentingan di bidang moderasi beragama. Diskusi panel yang diadakan sebelum seremoni penghargaan membahas tantangan dan solusi dalam menjaga kerukunan di era modern. Para pakar berbagi pandangan mengenai strategi efektif untuk menangkal paham radikalisme.
Lokasi pemilihan Jakarta sebagai tuan rumah acara ini memiliki makna tersendiri. Indonesia, sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, juga dikenal sebagai rumah bagi berbagai suku, agama, dan ras. Pengalaman Indonesia dalam mengelola keberagaman seringkali menjadi studi kasus yang menarik.
Kardinal Quevedo lahir di Bislig, Surigao del Sur, Filipina. Beliau telah memegang berbagai posisi penting dalam Gereja Katolik Roma, termasuk sebagai Uskup Agung Cotabato. Peranannya dalam mediasi konflik dan dialog antaragama telah diakui secara global.
Penghargaan Harmony in Diversity Award 2026 ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut serta dalam upaya membangun masyarakat yang harmonis. Komitmen Kardinal Quevedo menjadi bukti nyata bahwa dialog dan saling menghormati adalah kunci utama dalam menghadapi tantangan keberagaman.
Keberhasilan Kardinal Quevedo meraih penghargaan ini juga menjadi pengingat akan pentingnya upaya kolektif. Kerukunan bukan hanya tanggung jawab pemimpin agama, tetapi juga setiap individu dalam masyarakat. Diharapkan, semangat yang ditunjukkan oleh Kardinal Quevedo dapat terus menyala.
