Seorang juru parkir lansia bernama Kusriyati di Brebes, Jawa Tengah, mendapatkan hadiah istimewa berupa perjalanan ibadah umrah. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk terima kasih dari pemilik uang, Kliwon Alwawan, yang berhasil diselamatkan dari upaya pencurian senilai Rp3,6 miliar. Aksi heroik Kusriyati yang menggagalkan percobaan perampokan tersebut viral di media sosial dan menuai pujian dari berbagai kalangan.
Peristiwa dramatis itu terjadi pada Senin, 15 Juni lalu. Saat itu, Kliwon Alwawan memarkir mobilnya di sebuah lokasi. Tanpa disadari, seorang pelaku kejahatan mencoba membobol mobil tersebut dengan memecahkan kaca. Beruntung, Kusriyati, yang bertugas sebagai juru parkir di area tersebut, melihat kejadian tersebut dan segera bertindak. Ia dengan sigap berteriak meminta tolong, membuat pelaku panik dan akhirnya kabur.
Meskipun pelaku sempat berhasil mengambil sebagian uang, aksi cepat dan keberanian Kusriyati berhasil mencegah kerugian yang lebih besar. Berkat teriakan minta tolongnya, sebagian besar dari total Rp3,6 miliar yang dibawa Kliwon berhasil diselamatkan dan tetap utuh di dalam mobil. Keberanian Kusriyati ini menjadi sorotan publik dan menuai simpati luas.
Kliwon Alwawan, pemilik uang yang nyaris raib, secara pribadi mendatangi kediaman Kusriyati pada Kamis, 18 Juni, untuk menyampaikan rasa terima kasihnya. Dalam kunjungan tersebut, Kliwon secara resmi memberikan hadiah umrah kepada Kusriyati. Keputusan ini diambil sebagai wujud penghargaan yang tulus atas tindakan heroik sang juru parkir lansia.
"Hadiah umrah itu merupakan wujud terima kasih saya kepada beliau yang telah berani menggagalkan pencurian tersebut," ujar Kliwon saat ditemui di rumah Kusriyati. Ia menambahkan bahwa hadiah ini diberikan bukan semata-mata karena kejadian tersebut menjadi viral, melainkan dari hati yang ikhlas.
Sebelumnya, setelah kejadian tersebut, Kliwon sempat memberikan uang terima kasih sebesar Rp100 ribu kepada Kusriyati. Namun, uang tersebut tidak dinikmati sendiri. Kusriyati, dengan jiwa sosialnya yang tinggi, membagikan uang tersebut kepada tiga orang rekannya sesama juru parkir, masing-masing mendapatkan Rp25 ribu.
Menanggapi hal ini, Kliwon menjelaskan bahwa pemberian Rp100 ribu pada saat itu memang didasari oleh kondisi panik yang dialaminya pasca kejadian. "Saat itu saya panik dan gemetar. Saya baru saja mengalami kejadian yang luar biasa. Jadi bukan berarti saya hanya ingin memberi Rp100 ribu," jelas Kliwon, mengutip Detik, Jumat (19/6).
Kliwon kemudian melanjutkan, "Hadiah itu bukan karena setelah viral imbalan Rp100 ribu, tapi saya dan istri ikhlas untuk mengajak umrah, setelah beliau mengungkapkan ingin melihat Ka’bah." Pengakuan ini semakin mempertegas ketulusan niat Kliwon dalam memberikan apresiasi kepada Kusriyati. Keinginan Kusriyati untuk menunaikan ibadah umrah dan melihat Ka’bah menjadi motivasi tambahan bagi Kliwon dan istrinya untuk mewujudkan impian tersebut.
Kasus percobaan perampokan yang digagalkan oleh juru parkir lansia ini tidak hanya menunjukkan keberanian individu, tetapi juga menyoroti pentingnya kewaspadaan di ruang publik. Aksi Kusriyati menjadi inspirasi bahwa setiap orang, tanpa memandang usia atau profesi, dapat berkontribusi dalam menjaga keamanan lingkungan.
Peristiwa ini juga memicu diskusi mengenai kesejahteraan para pekerja informal seperti juru parkir. Penghargaan yang diberikan Kliwon tidak hanya berupa materi, tetapi juga pengakuan atas peran penting mereka dalam masyarakat, yang seringkali luput dari perhatian. Keberanian Kusriyati dalam menghadapi situasi berbahaya patut diapresiasi dan dicontoh.
Kini, Kusriyati berkesempatan untuk menunaikan ibadah umrah, sebuah impian yang mungkin sulit ia capai sendiri. Perjalanan spiritual ini diharapkan dapat memberikan kebahagiaan dan ketenangan baginya setelah menghadapi momen menegangkan. Kisah ini menjadi pengingat bahwa kebaikan dan keberanian sekecil apapun dapat membawa berkah dan perubahan besar dalam hidup.
Kisah Kusriyati ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat luas untuk tidak tinggal diam ketika menyaksikan tindak kejahatan, serta untuk senantiasa menghargai setiap individu yang berupaya menjaga ketertiban dan keamanan di sekitarnya.











