Yatsushiro, 1 Juli 2026 – Pasangan ganda putra Indonesia, Joven Farandi dan Joseph Marcellino Kyta, berhasil mengamankan kemenangan dramatis di babak 64 Kejuaraan Asia Junior 2026. Mereka menumbangkan wakil tuan rumah Jepang, Haru Masuda/Shogo Miyashita, dalam pertarungan tiga gim yang menegangkan dengan skor akhir 21-18, 13-21, dan 22-20.
Pertandingan yang digelar di Yatsushiro ini menjadi panggung bagi Joven dan Joseph untuk menunjukkan mental juaranya. Di gim pertama, mereka tampil percaya diri dan berhasil mengendalikan jalannya pertandingan. Namun, memasuki gim kedua, situasi berbalik. Angin yang berhembus kencang menjadi kendala, ditambah permainan lawan yang semakin kuat.
"Di gim kedua ada kendala angin dan lawan bermain lebih kuat," ungkap Joseph Marcellino usai pertandingan. "Tapi di gim ketiga kami bermain dengan pola yang sama seperti game pertama dan Puji Tuhan diberikan kemenangan."
Bagi Joven dan Joseph, ini adalah Kejuaraan Asia Junior pertama dan terakhir mereka. Tekanan bermain di kandang lawan dan status sebagai satu-satunya wakil ganda putra dari Pelatnas tidak lantas membuat mereka gentar. Sebaliknya, mereka menjadikannya motivasi untuk tampil maksimal.
"Ini Asia Junior pertama dan terakhir kami, pokoknya mau kasih yang terbaik saja, fokus satu demi satu saja," tegas Joseph. "Kami tidak mau ini menjadi tekanan dan mau melakukan yang terbaik di setiap matchnya."
Joven Farandi menambahkan bahwa ini adalah pertandingan pertamanya di luar negeri. Ia bertekad untuk mengeluarkan semua kemampuannya yang telah dilatih di Pelatnas. Tujuannya jelas, membawa pulang medali untuk Indonesia.
"Saya mau tampil maksimal dan mengeluarkan semua yang sudah dilakukan saat latihan di Pelatnas, agar bisa kasih hasil yang bagus di sini dan bawa pulang medali," ujar Joven.
Ia mengakui sempat merasakan tekanan di gim kedua. Namun, dengan strategi yang tepat dan semangat pantang menyerah, mereka berhasil membalikkan keadaan di gim penentu. Cara mereka mengatasi tekanan dari suporter tuan rumah cukup unik, yaitu dengan merayakan setiap poin yang didapat.
"Lawan tuan rumah pasti ada tekanan dari suporter lawan," kata Joven. "Cara keluar dari tekanannya mungkin, saat dapat poin langsung teriak."
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Joven dan Joseph untuk melangkah lebih jauh di Kejuaraan Asia Junior 2026. Perjuangan mereka di Yatsushiro membuktikan bahwa semangat juang dan persiapan matang mampu menaklukkan berbagai rintangan, termasuk bermain di hadapan pendukung lawan.











