English Football League (EFL) tengah melakukan penyelidikan mendalam terhadap Sheffield United.
Penyelidikan ini menyangkut dugaan upaya pemilik baru klub, COH Sports, untuk menghindari pembayaran penuh sisa pembelian klub.
Sumber terpercaya menyebutkan, COH Sports diduga membentuk perusahaan induk baru.
Tujuannya adalah untuk menghindari kewajiban sisa pembayaran senilai 35 juta Poundsterling.
Jumlah tersebut merupakan utang kepada pemilik sebelumnya, Pangeran Abdullah.
Pangeran Abdullah, melalui kendaraan investasinya United World, menegaskan dirinya masih berhak menerima dana tersebut.
Ia mengklaim sisa pembayaran yang belum terpenuhi mencapai sekitar 35 juta Poundsterling atau setara Rp585 miliar (dengan kurs Rp16.700 per Poundsterling).
COH Sports, yang dipimpin oleh Steven Rosen dan Helmy Eltoukhy, telah menyepakati pembelian Sheffield United dari Pangeran Abdullah.
Kesepakatan senilai sekitar 100 juta Poundsterling ini terjadi pada Desember 2024.
Tahap awal pembayaran sekitar 30 juta Poundsterling telah dilunasi tak lama setelah kesepakatan tercapai.
Namun, muncul tudingan bahwa COH Sports terlambat dalam melakukan pembayaran tahap kedua.
Bahkan, dua pembayaran berikutnya yang seharusnya jatuh tempo tahun ini dilaporkan terlewatkan.
Merasa haknya tidak dipenuhi, United World melayangkan petisi pembubaran perusahaan terhadap COH Sports.
Petisi ini diajukan ke Pengadilan Tinggi Inggris pekan ini.
Selain itu, kekhawatiran Pangeran Abdullah juga telah disampaikan kepada EFL dan Pengawas Sepak Bola Independen.
Langkah hukum ini menunjukkan keseriusan Pangeran Abdullah dalam menagih haknya.
EFL kini memiliki tugas krusial untuk mengklarifikasi duduk perkara ini.
Hasil investigasi akan menentukan nasib kepemilikan Sheffield United ke depannya.
Klub berjuluk The Blades ini berpotensi menghadapi sanksi jika terbukti melakukan pelanggaran regulasi.
Dugaan ini menimbulkan kegelisahan di kalangan pendukung Sheffield United.
Mereka menantikan kejelasan mengenai stabilitas finansial dan kepemilikan klub kesayangan mereka.
Pihak COH Sports sendiri belum memberikan komentar resmi terkait tudingan ini.
Penyelidikan EFL diharapkan dapat memberikan transparansi dan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.
Perkembangan lebih lanjut akan terus dilaporkan.











