Indonesia Raih Dominasi di Parabadminton World Abilitysport Youth Games 2026

Wibowo

Indonesia mengukir prestasi gemilang di ajang World Abilitysport Youth Games 2026 yang diselenggarakan di Turki, dengan sukses menyabet total 27 medali dalam cabang olahraga parabadminton. Keberhasilan ini menegaskan dominasi para atlet muda difabel Indonesia di kancah internasional.

Puncak kejayaan diraih oleh Haris Mythili Srikumar dalam kategori Wheelchair WH2 dan Potnuru Prem Chand di kategori Short Stature SH6. Keduanya tampil impresif dengan masing-masing berhasil mengumpulkan tiga medali emas. Turnamen parabadminton yang menjadi bagian dari pesta olahraga difabel usia muda ini berlangsung pada 18 hingga 22 Juni 2026.

Selain dua bintang muda tersebut, atlet-atlet Indonesia lainnya juga turut menyumbangkan medali, melengkapi raihan fantastis kontingen Merah Putih. Sementara itu, atlet tuan rumah Eylul Yilmaz berhasil meraih kemenangan di nomor tunggal putri WH2, menunjukkan persaingan yang ketat di beberapa kategori. Portugal juga turut mencatatkan namanya melalui Beatriz Monteiro yang sukses meraih dua gelar di kategori SU5.

World Abilitysport Youth Games 2026 ini tidak hanya mempertandingkan parabadminton, tetapi juga dua cabang olahraga difabel lainnya yaitu Para Dance Sport dan Para Fencing. Ketiga cabang ini diperuntukkan bagi atlet berusia di bawah 21 tahun, menjadi wadah penting untuk pengembangan talenta muda di dunia olahraga difabel.

Partisipasi parabadminton dalam ajang ini merupakan bagian dari strategi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) untuk terus mengembangkan olahraga tersebut. BWF berupaya keras menciptakan lebih banyak kesempatan kompetisi bagi para pemain muda yang sedang menanjak. Kekhawatiran mengenai minimnya turnamen internasional parabadminton junior sempat diangkat dalam Forum Anggota BWF pada tahun 2023, mengingat semakin banyaknya pemain parabadminton muda berbakat yang muncul di seluruh dunia.

Sebagai respons atas keprihatinan tersebut, parabadminton pertama kali diperkenalkan dalam ISF (International School Sport Federation) Gymnasiade pada tahun 2024 dan 2025. Keberhasilan di ISF Gymnasiade kemudian membuka jalan bagi parabadminton untuk hadir di World Abilitysport Youth Games. BWF berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan berbagai mitra dan anggota federasi untuk menyediakan lebih banyak platform kompetisi bagi pemain junior, sebagai bagian dari jalur pengembangan atlet.

Dalam nomor Short Stature SH6, Indonesia menunjukkan superioritasnya dengan mendominasi seluruh kategori. Potnuru Prem Chand menjadi bintang utama dengan meraih emas di tunggal putra, ganda putra bersama Harshit Rajput, dan ganda campuran bersama Manisha Patel. Manisha Patel sendiri juga berhasil membawa pulang emas di nomor tunggal putri.

Di kategori Standing Lower SL3, atlet Indonesia Akash Ranjan Mund keluar sebagai juara tunggal putra. Sementara itu, Shivangi Pandey meraih emas di tunggal putri SL4, dan Aaryan Sharma juga keluar sebagai pemenang di kategori yang sama.

Kombinasi kekuatan Indonesia dan Portugal terlihat di nomor SL3-SU5. Samaira Kanwat dari Indonesia bersama Beatriz Monteiro dari Portugal berhasil meraih emas di nomor ganda putri. Akash Ranjan Mund dan Kaushika Devda menyumbangkan emas untuk Indonesia di nomor ganda campuran, sementara Bibhasindhu Barik dan Aryan Sharma menjadi juara di nomor ganda.

Untuk kategori Standing Upper SU5, Gopesh Jhalani membawa pulang emas tunggal putra untuk Indonesia. Beatriz Monteiro dari Portugal kembali unjuk gigi dengan meraih emas tunggal putri.

Sektor Wheelchair WH2 juga menjadi saksi kehebatan atlet Indonesia. Haris Mythili Srikumar menyabet gelar juara di tunggal putra dan tunggal putri WH1-WH2. Ia juga meraih emas di nomor ganda WH1-WH2 bersama Nitin Yadav. Sementara itu, Eylul Yilmaz dari Turki menjadi juara di nomor tunggal putri WH2.

Keberhasilan besar kontingen Indonesia di parabadminton World Abilitysport Youth Games 2026 ini tidak hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga menjadi bukti nyata perkembangan olahraga difabel di Indonesia. Prestasi ini diharapkan dapat memotivasi lebih banyak atlet muda difabel untuk mengejar mimpi mereka dan terus mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Dukungan berkelanjutan dari pemerintah, federasi, dan masyarakat sangat krusial untuk memastikan regenerasi atlet difabel yang terus berprestasi.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All