Penyerang Norwegia, Erling Haaland, melancarkan ‘perang urat saraf’ jelang duel perempat final Piala Dunia melawan Inggris pada Sabtu mendatang. Ia mengklaim tekanan justru berada di pundak The Three Lions.
Haaland, yang tampil gemilang di turnamen ini, menyebut Inggris sebagai salah satu ‘unggulan terkuat’ untuk meraih gelar juara.
Pemain berusia 23 tahun itu telah mengemas tujuh gol dalam empat pertandingan. Termasuk dua gol saat Norwegia menyingkirkan Brasil di babak 16 besar pada Minggu (3/12).
Norwegia sendiri tengah menikmati penampilan perdana mereka di babak gugur Piala Dunia sejak tahun 1998. Namun, dengan gaya khasnya yang jenaka, Haaland menegaskan ekspektasi seharusnya hanya tertuju pada satu arah.
“Inggris adalah tim yang lebih difavoritkan,” ujar Haaland dalam konferensi pers usai pertandingan melawan Brasil.
Ia menambahkan, “Mereka punya sejarah, mereka punya pemain-pemain kelas dunia. Jadi, tentu saja, tekanan ada pada mereka.”
Pernyataan Haaland ini seolah mengulang kembali ucapan legendaris “Tetap Rendah Hati” (Stay Humble) yang kerap diasosiasikan dengan pemain top lainnya.
Meski demikian, Haaland tetap optimis dengan peluang Norwegia. Ia mengakui kekuatan timnya dan siap memberikan perlawanan sengit.
“Kami datang sebagai tim kuda hitam. Kami tidak punya apa-apa untuk hilang,” tegas Haaland.
Pertandingan perempat final antara Norwegia dan Inggris dijadwalkan akan berlangsung di Stadion Al Bayt pada Sabtu (9/12) pukul 22.00 WIB.
Inggris lolos ke perempat final setelah mengalahkan Senegal 3-0 di babak 16 besar. Sementara Norwegia secara mengejutkan menyingkirkan tim kuat Brasil dengan skor 2-1.
Kini, perhatian tertuju pada bagaimana kedua tim akan saling mengalahkan dalam duel yang diprediksi akan berlangsung sengit ini.
Haaland sendiri menjadi sorotan utama dengan performa impresifnya, namun ia bertekad untuk tidak terbebani oleh ekspektasi.
Ia ingin fokus pada permainan tim dan menikmati setiap momen di Piala Dunia.
Kubu Inggris sendiri belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Haaland.
Namun, pelatih Gareth Southgate diprediksi akan meminta anak asuhnya untuk tetap fokus dan tidak terpengaruh oleh psywar lawan.
Pertarungan taktik dan mentalitas diprediksi akan mewarnai laga krusial ini.
Siapa yang akan mampu menahan tekanan dan melaju ke semifinal?
Jawabannya akan tersaji di lapangan hijau.
