Thursday, 16 July 2026
BREAKING
TEKNOLOGI

Gadget di Sekolah Dibatasi, Menkominfo Beri Lampu Hijau demi Anak Indonesia Bebas Ancaman Digital

Oleh Herfansyah July 15, 2026 56 minutes lalu 0 komentar

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi memberikan restu penuh terhadap rencana pembatasan penggunaan gawai atau gadget di lingkungan sekolah.

Langkah ini diambil sebagai upaya krusial untuk melindungi anak-anak Indonesia dari berbagai risiko yang mengintai di dunia maya.

Keputusan ini sejalan dengan penguatan terhadap Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP PSTE).

PP PSTE, yang juga dikenal sebagai PP TUNAS, menjadi landasan hukum untuk menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi generasi muda.

Menkominfo Budi Arie Setiadi menjelaskan bahwa pembatasan gadget bukan berarti pelarangan total.

Tujuannya adalah agar penggunaan gawai di sekolah lebih terarah dan terkontrol.

Hal ini penting mengingat maraknya kasus perundungan siber (cyberbullying) dan paparan konten negatif yang seringkali bersumber dari penggunaan gawai yang tidak diawasi.

Menurut Budi Arie, lingkungan sekolah seharusnya menjadi zona aman dari ancaman digital.

Dengan adanya pembatasan, guru dan orang tua diharapkan dapat lebih fokus dalam mendidik anak-anak.

Mereka juga dapat mengarahkan penggunaan teknologi secara positif.

Menkominfo menekankan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam membangun ekosistem digital yang sehat di Indonesia.

Pihaknya berkomitmen untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Kolaborasi ini penting untuk merumuskan panduan teknis pelaksanaan pembatasan gadget di sekolah.

Tujuannya agar kebijakan ini dapat diterapkan secara efektif di seluruh jenjang pendidikan.

Selain itu, Menkominfo juga mendorong literasi digital yang kuat di kalangan pelajar dan pendidik.

Edukasi mengenai etika berinternet, keamanan data pribadi, dan cara mengenali hoaks menjadi prioritas.

Dengan demikian, anak-anak tidak hanya terlindungi, tetapi juga dibekali kemampuan untuk menjadi pengguna teknologi yang bijak dan bertanggung jawab.

Pembatasan gadget di sekolah diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif.

Fokus utama siswa dapat kembali pada materi pelajaran dan interaksi sosial tatap muka.

Ini adalah langkah proaktif untuk memastikan masa depan digital generasi penerus bangsa yang lebih cerah dan aman.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait