Fenomena Skello: Startup Prancis Raih Rp3,4 T, Pendiri Malah Perkuat Cengkeraman Saham

Yohanes

JAKARTA – Dunia startup teknologi kembali digemparkan oleh manuver tak lazim dari Skello, sebuah perusahaan asal Prancis. Skello, yang dikenal dengan solusi manajemen sumber daya manusia (SDM) berbasis kecerdasan buatan (AI), baru saja mengamankan pendanaan senilai €200 juta atau setara Rp3,4 triliun. Yang mengejutkan, gelontoran dana besar ini justru berujung pada peningkatan porsi saham para pendirinya, sebuah anomali dalam dunia startup.

Biasanya, putaran pendanaan besar sering kali menyebabkan dilusi kepemilikan saham pendiri. Namun, Skello menunjukkan kondisi finansial yang sangat sehat. Kinerja perusahaan yang solid membuat mereka tidak lagi bergantung pada suntikan modal demi bertahan hidup. Laporan dari Tech Funding News dan EU-Startups mengkonfirmasi bahwa Skello telah mencapai profitabilitas sejak 2025. Pendapatan berulang tahunan (ARR) mereka tahun ini diproyeksikan menembus angka €50 juta.

Keberhasilan ini dicapai dengan fokus pada segmen pekerja garis depan atau frontline teams. Segmen ini sering kali terabaikan oleh solusi digital konvensional. Pendanaan baru ini akan didedikasikan untuk ekspansi agresif di seluruh Eropa. Skello berencana melakukan akuisisi terhadap pemain yang lebih kecil untuk mengonsolidasi pasar manajemen SDM yang masih terfragmentasi. Mereka juga menargetkan penambahan 100 karyawan baru di tahun 2026, terutama di bidang teknologi, data, dan penjualan.

Pilar utama kesuksesan Skello adalah inovasi Skello Assistant, sebuah agen AI yang diperkenalkan pada 2025. Asisten AI ini secara otomatis mendeteksi jam lembur, memperbaiki ketidaksesuaian penggajian, dan menyusun jadwal kerja yang sesuai regulasi. Efisiensinya sangat terasa, diklaim mampu menghemat waktu manajer hingga 35 jam per bulan.

Fenomena Skello memberikan pelajaran berharga bagi para pelaku industri teknologi di Indonesia. Pentingnya mencapai profitabilitas sebelum melakukan ekspansi besar-besaran menjadi sorotan. Perusahaan yang mampu berdiri mandiri akan memiliki posisi tawar yang lebih kuat di mata investor. Strategi pertumbuhan yang sehat memungkinkan pendiri mempertahankan kendali atas visi perusahaan.

Sejak didirikan oleh Quitterie Mathelin-Moreaux dan Emmanuelle Fauchier-Magnan pada 2016, Skello telah melayani 30.000 bisnis. Pengguna hariannya mencapai 700.000 orang, mulai dari usaha kecil hingga jaringan ritel besar seperti Starbucks dan Intermarché. Tantangan terbesar Skello kini adalah membuktikan diri dapat mendominasi pasar lintas negara di Eropa.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All