Kylian Mbappe menunjukkan sisi humanisnya yang mendalam usai membawa Prancis melaju ke babak selanjutnya di Piala Dunia 2026. Bintang Real Madrid tersebut mencetak dwigol spektakuler saat Les Bleus menaklukkan Swedia dengan skor meyakinkan 3-0 dalam laga babak 32 besar yang berlangsung di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, Selasa (30/6) waktu setempat atau Rabu (1/7) dini hari WIB.
Namun, bukan sekadar kemenangan yang menjadi sorotan utama dalam pertandingan tersebut. Momen paling menyentuh terjadi tepat setelah Mbappe mencetak gol pembuka. Sang kapten timnas Prancis tersebut tidak merayakannya dengan gaya individual, melainkan langsung berlari menuju pinggir lapangan untuk memeluk sang pelatih, Didier Deschamps. Aksi tersebut kemudian diikuti oleh rekan-rekan setimnya yang lain, menciptakan pemandangan penuh solidaritas di tengah lapangan.
Dalam wawancara eksklusif bersama beIN Sports pascapertandingan, Mbappe mengungkapkan alasan di balik gestur emosional tersebut. Ia menegaskan bahwa pelukan itu adalah bentuk dukungan moral bagi Deschamps yang saat ini tengah menghadapi masa-masa sulit dalam kehidupan pribadinya. Meski tidak merinci detail masalah yang dihadapi sang pelatih, Mbappe memastikan bahwa seluruh skuad Prancis berdiri teguh di belakang pria yang telah membawa mereka meraih kejayaan dunia tersebut.
Mbappe menegaskan bahwa kebersamaan adalah DNA dari tim nasional Prancis saat ini. Menurutnya, ketika salah satu anggota tim, termasuk pelatih, mengalami musibah atau masa berat, seluruh elemen di dalam tim akan merasakannya. Ia menekankan bahwa Deschamps tidak akan pernah berjuang sendirian karena para pemain berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh baik di dalam maupun di luar lapangan hijau.
Lebih lanjut, pemain yang kini berkarier di Liga Spanyol itu mengungkapkan bahwa keberhasilan Prancis dalam laga ini merupakan hasil dari kesadaran kolektif. Ia menyadari sepenuhnya tanggung jawab yang ia pikul sebagai pemimpin di lapangan. Mbappe menekankan bahwa seluruh anggota tim memahami benar apa yang harus dilakukan untuk mengamankan langkah mereka di turnamen bergengsi ini, yang ia sebut sebagai kompetisi baru dengan intensitas yang lebih tinggi.
Meskipun Prancis sempat mengalami awal yang kurang memuaskan dalam babak 32 besar tersebut, Mbappe memuji kemampuan adaptasi rekan-rekannya. Ia mengakui bahwa permainan tim sempat menemui kendala di menit-menit awal, namun mereka berhasil melakukan penyesuaian strategi yang tepat. Mbappe bahkan menilai bahwa Prancis seharusnya bisa mencetak gol lebih awal jika peluang-peluang emas yang tercipta di babak pertama dapat dimanfaatkan dengan lebih efisien.
Kemenangan atas Swedia ini memastikan langkah Prancis untuk terus melaju dalam perburuan trofi Piala Dunia 2026. Di babak berikutnya, lawan tangguh telah menanti, yakni Paraguay. Paraguay sendiri menjadi sorotan setelah secara mengejutkan berhasil menyingkirkan Jerman dari turnamen, sebuah pencapaian yang membuktikan bahwa mereka bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata.
Ketika disinggung mengenai persiapan menghadapi Paraguay, Mbappe memilih untuk bersikap tenang dan pragmatis. Ia enggan terburu-buru menganalisis taktik lawan lebih dalam saat ini. Prioritas utamanya pasca-pertandingan melawan Swedia adalah pemulihan kondisi fisik. Mbappe menyebut bahwa teknik pendinginan suhu tubuh menjadi fokus utamanya agar ia dan rekan-rekannya bisa kembali bugar sebelum jadwal pertandingan berikutnya.
Mbappe juga memberikan apresiasi terhadap kualitas skuad Paraguay. Baginya, keberhasilan Paraguay menumbangkan tim sekaliber Jerman adalah bukti nyata bahwa mereka adalah kesebelasan yang patut diperhitungkan dan memiliki karakter kuat. Kendati demikian, ia percaya diri dengan mentalitas yang dimiliki skuad asuhan Deschamps saat ini yang tampak semakin solid setelah melewati drama di babak 32 besar.
Situasi di internal tim Prancis saat ini menunjukkan sinyal positif. Solidaritas antara pemain dan staf pelatih yang ditunjukkan oleh Mbappe menjadi modal berharga untuk menjaga kestabilan psikologis tim selama menjalani ketatnya jadwal turnamen di Amerika Serikat. Kemenangan 3-0 atas Swedia bukan hanya sekadar angka di papan skor, melainkan pesan kuat bahwa Les Bleus telah menemukan kembali ritme permainan terbaik mereka.
Kini, seluruh mata tertuju pada duel antara Prancis dan Paraguay. Dengan performa Mbappe yang sedang berada dalam tren positif, ditambah ikatan emosional yang kuat dengan sang pelatih, Prancis tampak semakin termotivasi untuk melangkah lebih jauh. Publik sepak bola dunia kini menantikan apakah solidaritas yang ditunjukkan Mbappe di Stadion New York New Jersey akan menjadi pemantik bagi Prancis untuk kembali mengangkat trofi juara dunia di tanah Amerika.











