Philadelphia, AS – Aroma ketegangan dan harapan membumbung tinggi di Stadion Philadelphia, Amerika Serikat, kala Kroasia bersiap melakoni laga hidup mati kontra Ghana pada matchday terakhir Grup L Piala Dunia 2026. Pertandingan krusial ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 28 Juni, pagi WIB, dengan satu tim dalam posisi aman dan tim lainnya berjuang keras untuk menghindari eliminasi dini.
Ghana, yang dijuluki The Black Stars, sudah dapat bernapas lega. Mereka telah memastikan satu tiket menuju babak 32 besar, pencapaian yang membanggakan setelah serangkaian performa impresif di fase grup. Hal ini memungkinkan mereka untuk bermain tanpa beban berlebihan, namun bukan berarti tanpa motivasi untuk mempertahankan rekor tak terkalahkan mereka.
Situasi kontras justru melingkupi kubu Kroasia. Luka Modric dan rekan-rekannya wajib meraih poin penuh atau setidaknya hasil imbang demi menjaga asa lolos ke fase gugur. Kegagalan meraih poin akan secara otomatis membuat mereka tersingkir di babak penyisihan grup, sebuah skenario yang tentu sangat dihindari oleh tim yang pernah menjadi finalis dan semifinalis Piala Dunia dalam dua edisi terakhir. Ambisi minimal mereka adalah mengamankan posisi sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik, sebuah jalur alternatif menuju babak 32 besar.
Tekanan berat jelas berada di pundak The Vatreni. Sepanjang fase grup, performa lini serang Kroasia belum menunjukkan taring maksimalnya, sebuah fakta yang disorot oleh banyak pengamat. Kombinasi gelandang kelas dunia seperti Luka Modric dan Mateo Kovacic memang menjanjikan kendali permainan, namun konversi peluang menjadi gol masih menjadi pekerjaan rumah utama bagi pelatih mereka. Pengalaman dan mental juara yang dimiliki para pemain senior Kroasia akan diuji dalam pertandingan krusial ini.
Di sisi lain, Ghana datang dengan kepercayaan diri tinggi. Ketahanan fisik yang stabil dan disiplin pertahanan yang kokoh menjadi ciri khas permainan mereka. Mereka berhasil membuktikan kualitasnya dengan menahan imbang tim kuat Inggris di laga sebelumnya, sebuah hasil yang mengejutkan banyak pihak. Selain itu, The Black Stars juga sukses menjaga gawangnya tetap perawan dalam dua pertandingan awal fase grup melawan Panama dan Inggris, menunjukkan betapa sulitnya menembus barisan pertahanan mereka.
Momentum positif tim-tim Afrika di Piala Dunia 2026 juga menjadi penyemangat bagi Ghana. Keberhasilan Pantai Gading, Cape Verde, dan Afrika Selatan melaju ke babak 32 besar menularkan optimisme dan motivasi ekstra bagi Ghana untuk melanjutkan tren positif tersebut, meskipun mereka sendiri sudah mengantongi tiket lolos. Hal ini bisa membuat Ghana tetap tampil ngotot, tidak mengendurkan tempo, dan bahkan berambisi untuk menjadi juara grup.
Melihat dinamika kedua tim dan tekanan yang menyertai, jalannya pertandingan diprediksi akan berlangsung ketat dan penuh strategi. Kroasia harus menemukan cara untuk membongkar "tembok baja" Ghana sembari mewaspadai serangan balik cepat yang bisa dilancarkan tim Afrika tersebut. Sebaliknya, Ghana mungkin akan mencoba memanfaatkan keunggulan fisik mereka untuk meladeni intensitas permainan Kroasia sepanjang 90 menit.
Beberapa pandangan dari tim redaksi CNNIndonesia.com pun muncul terkait hasil pertandingan ini. Abdul Susila dari CNNIndonesia.com memprediksi bahwa Kroasia akhirnya akan menemukan permainan terbaiknya dan berhasil mengatasi Ghana. "Sukses menahan Inggris bukan berarti Ghana kuat. Kalau bisa menahan Kroasia, baru Ghana benar-benar kuat. Itu persepsi komunal yang muncul. Kroasia sudah menemukan permainan terbaiknya," ujarnya. Susila menambahkan, "Adapun Ghana, seperti biasa, punya ketahanan fisik yang stabil. Ketahanan ini yang membuat Ghana perkasa sepanjang 90 menit. Kalau Kroasia terpancing, habis mereka di akhir lahap." Ia memperkirakan The Vatreni akan meraih kemenangan tipis, antara 1-0 atau 2-1.
Namun, tidak semua sepakat dengan prediksi kemenangan Kroasia. Askar Fatih memiliki pandangan bahwa Ghana akan kembali memberikan kejutan. "Kroasia jelas terlihat lebih unggul ketimbang Ghana. Ada sederet nama bintang yang masih memperkuat The Vatreni. Luka Modric dan Mateo Kovacic jadi contohnya," kata Askar. Namun, ia mengingatkan, "Kendati begitu, Ghana punya bukti nyata pernah menahan imbang tim besar. Inggris jadi korban Ghana sebelumnya kala harus rela berbagi angka dengan Antoine Semenyo dan kolega." Askar memprediksi pertandingan akan berlangsung ketat dan berakhir dengan skor imbang 1-1, di mana Ghana akan solid dalam bertahan.
Sementara itu, Windi Wicaksono bahkan lebih berani memprediksi kemenangan untuk Ghana. "Ghana belum kebobolan dari dua laga fase grup melawan Panama dan Inggris. Kroasia sepertinya juga akan kesulitan untuk membobol tembok baja Ghana dalam laga ini," ungkap Windi. Ia menyoroti lini serang Kroasia yang belum bersinar dan disiplinnya permainan Ghana, terutama di barisan belakang. "Meskipun sejarah di Piala Dunia berpihak pada Kroasia, Ghana sedang dalam kepercayaan diri tinggi," tambahnya, mengacu pada pencapaian apik tim-tim Benua Afrika di turnamen ini. Windi memprediksi Ghana akan memulangkan Kroasia dengan kemenangan 1-0.
Dengan Ghana yang sudah mengamankan posisinya dan Kroasia yang berada di ujung tanduk, pertandingan terakhir Grup L ini menjanjikan drama dan intensitas tinggi. Hasil akhir tidak hanya akan menentukan nasib Kroasia di Piala Dunia 2026, tetapi juga akan menjadi penanda sejauh mana tim-tim dari Benua Afrika dapat berbicara banyak di panggung sepak bola dunia. Pertanyaan besar yang tersisa adalah, apakah Kroasia akan mampu menuntaskan misi wajib lolosnya ataukah Ghana akan menjadi penjegal terakhir dalam perjalanan mereka di turnamen paling bergengsi ini? Semua akan terjawab di Stadion Philadelphia.











