Drama Tanpa Gol Antar Socceroos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Danu Ilham

Tim nasional Australia, Socceroos, berhasil mengamankan tempat di babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah bermain imbang 0-0 melawan Paraguay. Laga penentu di stadion San Francisco Bay Area, Santa Clara, ini memang bukan pertandingan yang paling memukau, namun hasil seri tersebut sudah cukup untuk membawa Australia melaju ke fase gugur untuk ketiga kalinya dalam sejarah mereka.

Pertandingan yang digelar pada malam yang sejuk di Santa Clara tersebut disaksikan jutaan pasang mata melalui layar televisi, situs nonton bersama, dan bar di seluruh dunia. Meskipun Australia mengontrol sebagian besar jalannya laga, kurangnya intensitas terasa dominan. Hal ini tak lepas dari fakta bahwa kedua tim menyadari satu poin sudah cukup untuk memastikan lolos ke babak selanjutnya, membuat jalannya pertandingan kerap tanpa dorongan yang berarti.

Bagi sepak bola Australia, laga ini mungkin bukan promosi terbaik, berbeda dengan dua pertandingan pembuka Socceroos di Piala Dunia yang penuh ketegangan. Namun, pelatih Tony Popovic dan timnya tidak akan mempermasalahkan hal itu. Mereka sukses mengamankan posisi kedua di Grup D, pencapaian bersejarah yang disambut euforia oleh lebih dari 12.000 penggemar berbaju kuning yang memadati stadion.

Beberapa pemain tampil menonjol dalam laga krusial ini. Jordy Bos, yang beroperasi di sisi kanan pertahanan, menunjukkan performa solid. Begitu pula dengan Lucas Herrington, bek muda yang melakoni debut Piala Dunia-nya dengan penuh percaya diri dan ketenangan sepanjang pertandingan. Herrington, pada usia 18 tahun, bahkan menjadi Socceroo termuda yang menjadi starter di Piala Dunia, memecahkan rekor Nestory Irankunda.

Popovic kembali menunjukkan reputasinya sebagai pelatih yang berani mengambil risiko. Setelah dua kejutan di starting XI pada laga sebelumnya, kali ini ia melakukan enam perubahan signifikan. Nestory Irankunda, Cristian Volpato, dan Connor Metcalfe masuk dalam susunan pemain inti, sementara striker Mohamed Touré harus menepi. Irankunda kali ini bermain di posisi sentral, meniru struktur dari babak kedua melawan Amerika Serikat.

Perubahan lainnya termasuk masuknya Aziz Behich menggantikan Jacob Italiano yang cedera, dengan Jordy Bos bertukar posisi dengan Behich untuk memulai di sisi kanan. Jackson Irvine menggantikan Paul Okon-Engstler di lini tengah, dan Lucas Herrington mengisi posisi bek tengah kiri menggantikan Cam Burgess. Keputusan ini membuahkan hasil dengan Herrington yang tampil layaknya pemain senior. Dalam dua menit pertama, ia sudah empat kali dengan tenang mendistribusikan bola di bawah tekanan Paraguay.

Herrington juga menunjukkan kekuatan fisiknya. Pada menit ke-16, ia dengan mudah memenangkan duel udara di lini tengah dan kemudian mengalahkan Diego Gómez dari Paraguay untuk memperebutkan bola, bahkan menyenggol wajah lawannya dengan lengan bawah. Pemain yang pernah digambarkan sebagai "anak jerapah" ini mendominasi di debut Piala Dunia-nya, menjulang di atas pemain Paraguay yang berguling-guling mencari tendangan bebas.

Seperti yang diprediksi, Paraguay cenderung bertahan dan membiarkan Australia menguasai bola. Socceroos memang menguasai sebagian besar penguasaan bola, tetapi kesulitan dalam menembus pertahanan lawan. Kesuksesan terbesar Australia di babak pertama datang dari kombinasi baru di sisi kanan antara Bos dan Volpato. Keduanya adalah pemain berkaki kiri, dan terkadang terlihat kurang lebar, terutama saat Volpato terlalu lama menguasai bola.

Namun, kombinasi ini juga menciptakan peluang terbaik Socceroos di babak pertama. Volpato berhasil memancing tekel dari bek lawan di tepi area penalti, menciptakan ruang untuk Bos. Sayangnya, tembakan Bos dari jarak 20 meter berhasil diselamatkan oleh kiper Paraguay, Orlando Gil.

Di sisi kiri, Connor Metcalfe mengalami insiden. Sebuah tabrakan tak lama setelah jeda minum di babak pertama membuat alis gelandang itu terluka oleh sepatu lawan. Dokter tim membersihkan darah, dan Metcalfe mengganti kausnya, sempat tampil seperti Rambo dengan singlet hitam dan ikat kepala hitamnya.

Babak kedua dimulai dengan beberapa momen menegangkan, mengingatkan bahwa Australia, meskipun mendominasi, bisa saja berada di ambang eliminasi. Irvine menerima kartu kuning di awal babak kedua karena tekel terhadap Julio Enciso yang berbahaya. Kemudian, dalam serangan balik, Andrés Cubas melepaskan tembakan jarak jauh yang kuat, namun kiper Australia, Beach, senang melihat bola berhasil ditangkapnya. Detak jantung sempat tertahan ketika Beach dan Behich terlibat dalam salah umpan di lini belakang, beruntung diselamatkan oleh ujung kaki sang kiper saat bek senior itu berteriak kepada rekan setimnya yang lebih muda.

Dengan kedua tim yang tampak puas dengan satu poin, menit-menit akhir pertandingan terasa hambar dan mengarah pada kesimpulan yang tak terhindarkan. Hanya ada satu peluang telat untuk masing-masing tim; Bos mengirim tembakannya melebar, dan Beach mengamankan tendangan di waktu tambahan. Akhirnya, pertandingan berakhir 0-0, tugas selesai, dan babak 32 besar menanti Socceroos.

Misi Piala Dunia Australia kini kembali ke jalurnya. Sebelumnya, perjuangan Socceroos melawan Amerika Serikat telah menyia-nyiakan jalur emas menuju fase gugur. AS sendiri finis sebagai juara grup dan kini dapat mencapai perempat final dengan dua kemenangan melawan tim-tim seperti Bosnia dan Herzegovina, Mesir, atau Korea Selatan.

Posisi kedua yang diamankan Australia menawarkan platform penting untuk kemajuan. Socceroos kini dapat beristirahat selama seminggu, dengan pertandingan babak 32 besar mereka di Dallas baru akan berlangsung delapan hari lagi. Tim akan tetap berada di Oakland dalam lingkungan yang familiar hingga Rabu sebelum terbang ke Texas. Lawan mereka masih belum diputuskan, tetapi akan menjadi tim peringkat kedua dari Grup G, yang akan menyelesaikan pertandingannya pada Jumat (Sabtu waktu AEST). Belgia berada di posisi yang baik untuk finis kedua di grup tersebut, hanya perlu mengalahkan Selandia Baru untuk mengamankan kualifikasi. Posisi mereka juga ditentukan oleh hasil antara Mesir dan Iran, tetapi Belgia tidak dapat finis di puncak grup jika Mesir menang.

Dengan kelolosan yang telah diraih, pasukan Tony Popovic kini memiliki waktu untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan selanjutnya di fase gugur. Pencapaian ini menjadi bukti ketahanan dan strategi tim, membawa harapan baru bagi sepak bola Australia di panggung tertinggi dunia.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All