Pertarungan sengit di babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Jerman dan Paraguay berakhir dengan skor imbang 1-1 pada waktu normal, memaksa kedua tim harus melanjutkan pertandingan ke babak perpanjangan waktu. Laga yang digelar di Boston pada Senin (29/6/2026) malam waktu setempat ini menjadi saksi bisu perjuangan keras Die Mannschaft yang nyaris tersingkir lebih awal, menghadapi perlawanan gigih tim underdog dari Amerika Selatan.
Jerman, yang datang sebagai favorit kuat, menghadapi ujian berat dari taktik bertahan solid Paraguay sepanjang 90 menit. Tim asuhan pelatih Jayal Jayed dari Maroko ini menunjukkan kedisiplinan luar biasa, bahkan berhasil unggul lebih dulu sebelum akhirnya dipaksa berbagi angka. Hasil ini menegaskan bahwa "kepastian lama" seputar Jerman di Piala Dunia tidak lagi berlaku, mengingat ini adalah penampilan pertama mereka di fase gugur Piala Dunia sejak final 2014.
Paraguay membuka keunggulan mengejutkan pada menit ke-42 melalui sundulan brilian Julio Enciso. Gol ini lahir dari skema serangan balik yang efektif setelah kiper Jerman, Manuel Neuer, menepis tendangan sudut Miguel Almiron. Bola liar berhasil direbut kembali oleh Paraguay, dan Almiron dengan cerdik memberikan umpan pendek kepada Galarza. Umpan silang mendatar Galarza disambut sundulan keras Enciso dari jarak sekitar 12 yard, meluncur deras ke sudut jauh gawang yang tak mampu dijangkau Neuer.
Gol tersebut menjadi puncak dari performa defensif Paraguay yang mengagumkan di babak pertama. Meskipun hanya menguasai 21% bola, mereka berhasil meredam setiap serangan Jerman dan bahkan menciptakan beberapa peluang berbahaya. Salah satunya terjadi di menit ke-50, ketika umpan balik tanggung dari Kimmich berhasil dibaca oleh Enciso. Striker Paraguay itu melepaskan tembakan yang sayangnya masih mampu diblok dengan sigap oleh Neuer yang keluar dari sarangnya.
Dominasi Jerman dalam penguasaan bola (mencapai 81%) di babak pertama sama sekali tidak berarti apa-apa di papan skor. Serangan mereka kerap terbentur tembok pertahanan Paraguay yang digalang dengan rapat oleh Canale dan Gomez. Die Mannschaft kesulitan menemukan celah, membuat kiper Paraguay, Orlando Gill, relatif tidak banyak mendapat ancaman serius.
Memasuki babak kedua, Jerman melakukan perubahan strategis dengan menarik Florian Nmecha dan memasukkan Leon Goretzka, berharap menambah daya gedor dan kreativitas di lini tengah. Perubahan ini tampaknya membuahkan hasil, karena pada menit ke-54, Jerman akhirnya berhasil menyamakan kedudukan melalui sundulan Kai Havertz.
Gol penyama kedudukan ini tercipta berkat umpan silang melengkung yang datar dari sisi kiri oleh Florian Wirtz. Havertz berhasil mengungguli kawalan Canale dan dengan cermat mengarahkan bola ke sudut jauh gawang dengan sundulan yang terarah, membuat Gill tidak berdaya. Sebuah penyelesaian yang menunjukkan kualitas Havertz sebagai penyerang yang seringkali diremehkan.
Setelah gol tersebut, Jerman semakin gencar melancarkan serangan. Pelatih Jerman juga melakukan beberapa pergantian pemain untuk menyuntikkan energi baru, termasuk memasukkan Jamal Musiala menggantikan Deniz Undav pada menit ke-63, dan Waldemar Anton untuk Aleksandar Pavlovic di menit ke-79. Pada menit ke-88, Leroy Sane juga digantikan oleh Nick Woltemade. Namun, pertahanan Paraguay tetap kokoh.
Paraguay juga terpaksa melakukan pergantian pemain tak lama setelah gol Havertz. Gabriel Avalos digantikan oleh Gustavo Caballero pada menit ke-55, dan yang lebih merugikan, pencetak gol Julio Enciso harus ditarik keluar karena cedera di menit ke-58, digantikan oleh Mauricio. Absennya Enciso sedikit mengurangi ancaman serangan balik Paraguay, namun tidak mengurangi semangat juang mereka.
Meskipun Jerman terus mendominasi dan menciptakan beberapa peluang, seperti sundulan Havertz di menit ke-78 yang berhasil ditepis Gill, serta tendangan jarak jauh Kimmich yang dibelokkan untuk menghasilkan tendangan sudut di menit 90+1, skor 1-1 tetap bertahan hingga peluit panjang babak kedua dibunyikan. Pertandingan ini menjadi bukti nyata bahwa di Piala Dunia, taktik dan semangat juang bisa mengalahkan perbedaan kualitas di atas kertas.
Kini, nasib kedua tim akan ditentukan di babak perpanjangan waktu. Pemenang dari pertandingan sengit ini akan melaju ke babak selanjutnya untuk menghadapi pemenang antara Prancis atau Swedia, dalam pertarungan yang semakin mendekatkan mereka pada gelar juara dunia. Tekanan besar kini berada di pundak kedua tim untuk tidak hanya mempertahankan stamina, tetapi juga mentalitas untuk memenangkan "festival sepak bola" yang harus berlanjut ini.











