Doyoung NCT kembali mengukir kisah inspiratif di kancah kemanusiaan. Sang idola K-Pop yang bersinar di panggung global ini dilaporkan baru saja menyalurkan donasi fantastis senilai 100 juta won, atau setara dengan Rp1,1 miliar.
Dana besar ini bukan sekadar angka, melainkan wujud nyata kepedulian Doyoung terhadap isu krusial pencegahan bunuh diri. Berdasarkan laporan Soompi pada Jumat, 29 Mei 2026, sumbangan tersebut didedikasikan penuh untuk program dukungan psikologis.
Keputusan Doyoung untuk berkontribusi pada isu sensitif ini terungkap bukan dari dirinya sendiri, melainkan melalui Yayasan Pencegahan Bunuh Diri Korea. Pihak yayasan membeberkan bahwa bantuan ini difokuskan pada kelompok yang paling rentan.
Secara spesifik, donasi sebesar 100 juta won ini menyasar personel militer yang berisiko tinggi mengalami tekanan mental hingga tindakan bunuh diri. Selain itu, dana tersebut juga dialokasikan untuk membantu anak-anak dan remaja yang kehilangan anggota keluarga akibat tragedi serupa.
Jung Yoon Soon, pimpinan Yayasan Pencegahan Bunuh Diri Korea, memberikan apresiasi mendalam atas langkah mulia Doyoung. Ia menekankan betapa pentingnya dukungan kesehatan mental, terutama bagi kalangan militer dan anak-anak yang berduka.
“Upaya ini adalah tugas utama kami menciptakan jaring pengaman sosial,” ujar Jung Yoon Soon. “Kontribusi tulus Doyoung akan sangat berharga bagi mereka yang tengah berjuang.”
Doyoung sendiri tak sekadar memberi materi, ia juga menyebarkan pesan optimisme. Ia percaya masa depan selalu menawarkan perbaikan bagi setiap individu yang berjuang.
“Hari esok pasti akan lebih membahagiakan,” ungkap Doyoung, menggemakan pesan motivasi yang sering ia sampaikan kepada penggemar. Ia mengakui adanya hari-hari yang berat, namun keyakinannya pada waktu yang membawa kebaikan tak pernah pudar.
Melalui donasi ini, Doyoung berharap dapat menularkan dukungan moral, memberi keberanian, dan kekuatan bagi mereka yang tengah menghadapi rintangan hidup.
Aksi kedermawanan Doyoung bukanlah hal baru. Sebelumnya, pada perayaan ulang tahunnya awal tahun ini, ia juga menyumbangkan 100 juta won kepada World Vision.
Bantuan tersebut digunakan untuk mendukung 21 anak muda dalam transisi kemandirian pasca-panti asuhan, menanggung biaya perumahan, serta menyediakan dana darurat bagi mereka yang membutuhkan.
Sebelum menjalankan wajib militer, Doyoung juga meninggalkan warisan global melalui pembangunan sekolah di Uganda, Afrika, bekerja sama dengan World Vision.
Sekolah di Desa Bugondo, Distrik Mayuge, Uganda, ini diharapkan dapat memberikan akses pendidikan layak bagi sekitar 1.000 anak, menjadi titik awal mereka meraih impian.
Doyoung mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan penggemar global. Ia berharap sekolah baru ini dapat menjadi tempat tumbuh kembang bagi anak-anak Uganda, membangkitkan semangat baru dalam meraih masa depan.
Meski kini fokus pada tugas militer, jejak kebaikan Doyoung terus menginspirasi dan menjadi teladan bagi banyak orang.
