Dominasi ChatGPT, platform kecerdasan buatan (AI) percakapan yang dikembangkan oleh OpenAI, di pasar global mulai menunjukkan tanda-tanda keretakan. Untuk pertama kalinya sejak kemunculannya yang fenomenal, pangsa pasar ChatGPT dilaporkan turun di bawah angka 50 persen. Laporan terbaru dari Sensor Tower, yang dirangkum dalam State of AI Report, mencatat bahwa pada Mei 2026, platform ini hanya menguasai 46,4 persen pasar chatbot AI dunia.
Penurunan ini menandai pergeseran signifikan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Pada Desember 2025, pangsa pasar ChatGPT masih berada di angka 52,8 persen, dan pada Desember 2024, posisinya jauh lebih kuat dengan 65,3 persen. Meskipun persentase pangsa pasar mengalami penurunan, fakta menariknya adalah hal ini tidak serta-merta disebabkan oleh hilangnya basis pengguna secara massal. Sebaliknya, jumlah pengguna aktif bulanan ChatGPT justru mengalami lonjakan dramatis.
Pada Mei 2026, ChatGPT berhasil menembus rekor baru dengan melampaui 1,1 miliar pengguna aktif bulanan. Angka ini merupakan peningkatan signifikan dari posisi Februari 2026 yang tercatat di angka 900 juta pengguna. Pencapaian ini menjadikan ChatGPT sebagai chatbot AI pertama dalam sejarah yang mampu menarik perhatian lebih dari satu miliar pengguna aktif setiap bulannya, sebuah bukti ketangguhan produknya meski menghadapi persaingan yang kian sengit.
Persaingan Ketat dari Gemini dan Claude Memicu Perubahan Peta Pasar
Penurunan pangsa pasar ChatGPT tidak terlepas dari kebangkitan dan ekspansi agresif dari para pesaingnya. Google Gemini, misalnya, kini berhasil mengukuhkan posisinya di peringkat kedua dengan menguasai 27,7 persen pangsa pasar global. Platform ini mencatatkan total 662 juta pengguna aktif bulanan, sebuah pencapaian luar biasa yang didorong oleh integrasi mendalam dengan ekosistem Google yang luas. Kemudahan akses dan pengalaman pengguna yang terintegrasi membuat Gemini semakin diminati oleh pengguna di berbagai belahan dunia.
Posisi ketiga ditempati oleh Claude, chatbot AI yang dikembangkan oleh Anthropic. Claude berhasil meraup 10,3 persen pangsa pasar global dan terus menunjukkan potensi pertumbuhan yang mengesankan. Laporan Sensor Tower juga menyoroti bahwa Claude semakin populer di kalangan profesional dan pekerja produktif, dengan tingkat retensi pengguna yang dilaporkan mulai mendekati kekuatan retensi yang dimiliki oleh ChatGPT. Hal ini menunjukkan bahwa Claude tidak hanya mampu menarik pengguna baru, tetapi juga berhasil mempertahankan mereka dalam jangka waktu yang lebih lama.
Perubahan Perilaku Pengguna dan Strategi Monetisasi Baru
Dinamika pasar AI yang semakin matang turut mengubah pola perilaku pengguna. Konsumen kini cenderung tidak lagi terikat pada satu platform AI tertentu. Mereka lebih fleksibel dalam berpindah antarlayanan, memilih platform yang paling sesuai dengan kebutuhan spesifik mereka pada waktu tertentu. Faktor-faktor seperti fitur unggulan, efisiensi, hingga kenyamanan penggunaan menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan.
Selain itu, isu-isu kebijakan dan kemitraan perusahaan juga dapat memengaruhi persepsi dan loyalitas pengguna. Pengumuman kemitraan strategis OpenAI dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada Februari 2026, misalnya, sempat memicu reaksi beragam di kalangan pengguna. Beberapa pengguna dilaporkan memilih untuk menghapus aplikasi ChatGPT sebagai bentuk protes atau ketidaksetujuan terhadap kolaborasi tersebut, yang secara tidak langsung turut berkontribusi pada pergeseran pangsa pasar.
Menghadapi tantangan persaingan yang semakin ketat dan perubahan perilaku pasar, OpenAI pun mulai mengeksplorasi sumber pendapatan baru. Sejak Februari 2026, perusahaan ini dilaporkan mulai menguji coba penayangan iklan di platform ChatGPT. Pada Mei 2026, sekitar 17 persen pengguna harian sudah mulai disuguhi iklan. Kategori iklan yang paling banyak muncul didominasi oleh sektor perangkat lunak, belanja daring, media dan hiburan, serta kuliner.
Lebih jauh lagi, ChatGPT juga menunjukkan inisiatif aktif dalam mengarahkan trafik belanja ke situs-situs ritel besar. Kolaborasi ini terlihat dengan adanya tautan atau rekomendasi yang mengarah ke platform belanja seperti Target, Walmart, dan Costco. Upaya monetisasi melalui iklan ini menjadi salah satu strategi OpenAI untuk menjaga keberlanjutan operasional dan pengembangan platformnya di tengah lanskap AI yang terus berkembang pesat dan kompetitif. Perkembangan ini mengindikasikan bahwa masa depan chatbot AI tidak hanya akan ditentukan oleh kemampuan teknologinya, tetapi juga oleh adaptabilitas strategi bisnis para pengembangnya.











