Monday, 13 July 2026
BREAKING
HIBURAN

Dewi Perssik Jalani S1 Psikologi, Tampil Misterius di Kampus Demi Fokus Belajar

Oleh Wibowo July 13, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Penyanyi dangdut kenamaan, Dewi Perssik, mengejutkan publik dengan kabar terbarunya. Di tengah kesibukan kariernya, wanita yang akrab disapa Depe ini ternyata tengah menempuh pendidikan strata satu (S1) di sebuah perguruan tinggi di Jakarta.

Pilihan Depe jatuh pada jurusan Psikologi. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan mendalam, melainkan untuk menunjang perjalanan hidupnya.

Motivasi utama Depe memilih Psikologi adalah untuk memahami diri sendiri lebih baik. Ia juga berkeinginan meningkatkan cara bersikap dalam kehidupan sehari-hari.

Faktor keluarga turut menjadi pertimbangan penting. Terlebih, putranya, Gabriel, kini beranjak dewasa dan memerlukan pola asuh yang tepat.

Tujuan studi Depe meliputi pendalaman karakter diri. Ia juga ingin mempelajari pola asuh anak memasuki usia dewasa.

Memahami interaksi sosial yang lebih baik menjadi salah satu targetnya. Peningkatan kualitas diri melalui pendidikan akademis juga menjadi prioritas.

Langkah ini menegaskan keseriusan Depe dalam mendidik sang anak. Pendekatan ilmiah ia terapkan untuk tumbuh kembang buah hatinya.

Masa awal perkuliahan Depe diwarnai cerita unik. Demi menghindari perhatian, ia sengaja menyembunyikan identitas aslinya.

Wanita berusia 40 tahun ini mengaku sering memakai pakaian tertutup seperti jubah. Tujuannya agar tidak dikenali mahasiswa lain di kampus.

Bahkan, keluarga dan ibundanya pun awalnya tidak mengetahui aktivitas perkuliahan ini.

Upaya penyamaran Depe akhirnya mulai terendus rekan-rekan mahasiswanya. Identitasnya terbongkar saat presentasi di kelas.

Suara khasnya yang sangat familiar membuat identitasnya tak bisa disembunyikan lagi.

Meskipun rekan kampusnya mulai menyadari, mereka cenderung bersikap segan. Banyak yang tidak berani bertanya langsung.

Meski jadwal padat, Depe berusaha maksimal mengikuti setiap mata kuliah. Ia mengaku materi Psikologi sangat menarik.

Namun, ia tidak menampik adanya hambatan teknis. Kesulitan utama muncul terkait penggunaan bahasa Inggris dalam perkuliahan.

Depe menceritakan pengalamannya menghadapi dosen yang mengajar full bahasa Inggris selama dua jam.

Kondisi ini menuntutnya bekerja ekstra keras menerjemahkan materi. Tujuannya agar tetap bisa memahami pelajaran.

Perjuangan menempuh pendidikan di usia kepala empat ini. Ini bukti komitmen Depe pada pengembangan diri.

Kini, pihak keluarga telah memberikan dukungan penuh. Mereka mengetahui aktivitas akademis yang dijalani Depe.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait