Gelombang kemarahan dari pendukung setia Cristiano Ronaldo meluas di media sosial, kini menyasar gelandang muda Portugal, Joao Neves. Serangan digital ini dipicu oleh hasil imbang Portugal melawan Republik Demokratik Kongo dalam laga perdana Piala Dunia 2026, yang menimbulkan kekecewaan mendalam, terutama di kalangan penggemar CR7.
Portugal gagal mengamankan kemenangan pada pertandingan pembuka mereka di Piala Dunia 2026, harus puas dengan skor imbang 1-1 melawan RD Kongo. Hasil yang tidak sesuai harapan ini sontak memicu reaksi keras dari para pendukung, khususnya mereka yang sangat mengidolakan Cristiano Ronaldo.
Dalam pertandingan tersebut, Joao Neves sejatinya sempat membawa Selecao das Quinas unggul melalui sundulan kepala yang ciamik. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama, dan Portugal akhirnya harus berbagi poin sebelum jeda babak pertama.
Sorotan tajam kemudian tertuju pada performa Cristiano Ronaldo yang tidak mampu mencetak gol meskipun bermain penuh selama 90 menit. Sebagian pendukung merasa bintang kawakan itu kurang mendapatkan suplai bola yang memadai dari rekan-rekannya di lini tengah.
Situasi semakin memanas ketika pernyataan Joao Neves dalam sebuah wawancara pasca-pertandingan menjadi viral di berbagai platform media sosial. Gelandang berusia 20 tahun itu menyatakan bahwa posisi Cristiano Ronaldo di tim nasional tidaklah berbeda dengan pemain lainnya.
"Kami tahu semua yang telah Cristiano lakukan untuk kami, untuk tim nasional, dan untuk dunia sepak bola. Namun hari ini dia tidak berbeda dari yang lain. Dia hanyalah pemain biasa di sini untuk membantu tim," ujar Neves kala itu.
Ucapan Neves ini sontak memicu kemarahan dari para penggemar fanatik Cristiano Ronaldo. Mereka menilai pernyataan tersebut kurang menghargai sang ikon sepak bola, yang telah memberikan begitu banyak kontribusi bagi timnas Portugal. Akibatnya, ribuan komentar bernada ketidakpuasan membanjiri akun media sosial pribadi Joao Neves.
Serangan para netizen tidak berhenti pada Joao Neves saja. Akun Instagram kekasihnya, Madalena Aragao, juga tak luput dari sasaran kemarahan. Para pendukung Ronaldo mendesak Madalena untuk mengingatkan Neves agar lebih suportif terhadap kapten tim.
Namun, di tengah gelombang protes tersebut, banyak pula warganet yang menyayangkan aksi penyerangan personal ini. Mereka khawatir tindakan tersebut dapat merusak keharmonisan internal timnas Portugal.
"Kalau begini malah makin memperkeruh ruang ganti Portugal," tulis akun @siadee, menyuarakan kekhawatirannya.
Komentar lain dari akun @mertesaka juga menyoroti potensi dampak negatif yang lebih luas. "Ribut di sosmed, bikin ruang ganti nggak nyaman, main jadi males, Portugal nggak lolos grup. Efek berantai yang ujung-ujungnya bikin fans Messi bahagia," ujarnya.
Sebelum Joao Neves, Bruno Fernandes, kapten Manchester United, juga sempat menjadi sasaran tekanan serupa dari netizen setelah laga kontra RD Kongo. Ia dianggap minim memberikan umpan matang kepada Cristiano Ronaldo.
Hingga berita ini diturunkan, Cristiano Ronaldo sendiri belum memberikan tanggapan resmi terkait polemik yang terjadi di media sosial tersebut. Ia dilaporkan tetap fokus penuh pada persiapan pertandingan krusial berikutnya demi memastikan langkah Portugal lolos ke fase gugur Piala Dunia 2026.
Insiden ini menyoroti betapa kuatnya sentimen para penggemar terhadap figur seperti Cristiano Ronaldo dan bagaimana dinamika media sosial dapat memengaruhi suasana tim, bahkan sebelum pertandingan penting berikutnya dilakoni. Penggemar sepak bola di seluruh dunia menanti bagaimana Portugal akan bangkit dari hasil kurang memuaskan ini dan meredakan ketegangan yang sempat muncul di ruang ganti.











