Friday, 10 July 2026
BREAKING
HIBURAN

Demi Cucu Tercinta, Kakek Jemaah Haji Ini Rela ‘Jadi Gantungan’ Oleh-Oleh di Bandara Jeddah

Oleh Wibowo July 10, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Sebuah pemandangan mengharukan sekaligus unik tertangkap kamera di Bandara Jeddah, Arab Saudi, pada Rabu, 3 Juni 2026. Seorang jemaah haji asal Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, mencuri perhatian publik dengan cara tak biasa membawa pulang oleh-oleh untuk cucu-cucunya.

Kulasse Jibbe, jemaah berusia 62 tahun, terlihat mengalungkan lima boneka unta berukuran sedang di lehernya. Aksi spontan ini dilakukannya sebagai bentuk kasih sayang untuk enam orang cucunya yang telah menanti di tanah air.

Keputusan Kulasse untuk ‘menjadikan dirinya gantungan’ boneka bukan tanpa alasan. Seluruh koper dan tas jinjingnya telah penuh sesak dengan barang bawaan lain dari tanah suci. Namun, ia tak ingin mengingkari janji kepada cucu-cucunya yang secara khusus meminta boneka unta.

Demi memenuhi keinginan mereka, Kulasse rela menanggung beban tambahan di lehernya. Ia ingin membahagiakan keluarga kecilnya di Indonesia meski harus menghadapi kendala kapasitas bagasi.

Perjuangan tulus Kulasse Jibbe ini terekam dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial. Akun Instagram @ahquote menjadi salah satu yang menyebarkan momen haru tersebut, memicu beragam reaksi positif dari warganet.

Banyak pengguna media sosial yang terenyuh melihat totalitas sang kakek. Mereka memuji pengorbanan Kulasse yang tetap tersenyum meski harus membawa beban di lehernya. Nilai oleh-oleh tersebut dinilai bukan dari harganya, melainkan dari usaha besar dan ketulusan hati.

Komentar-komentar menyentuh pun membanjiri unggahan tersebut. Akun @sel*** misalnya, menyebut upaya kakek itu sangat berharga dan akan selalu dikenang cucunya. Sementara @faj*** bernostalgia dengan kenangan masa kecil menerima oleh-oleh serupa.

Akun @___s*** bahkan melontarkan gurauan hangat, mengingatkan bahwa jumlah boneka yang dibawa masih kurang satu jika dibandingkan jumlah cucunya. Komentar-komentar tersebut menunjukkan betapa besar simpati masyarakat terhadap momen ketulusan yang melintasi jarak antara Makkah dan Indonesia.

Meskipun penampilannya mengundang senyum gemas dari petugas bandara dan jemaah lain, Kulasse tetap melangkah tegap. Kebahagiaan menyambut cucu dengan ‘anak unta’ dari tanah suci jauh lebih berarti baginya dibandingkan rasa berat di pundaknya.

Kisah ini menjadi pengingat berharga tentang makna kepulangan haji yang tak hanya soal ibadah, tetapi juga tentang mempererat ikatan keluarga. Kulasse Jibbe membuktikan bahwa cinta seorang kakek mampu melampaui aturan ketat berat bagasi pesawat.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait