Aktris Davina Karamoy telah memenuhi panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya pada Kamis (18/6/2026) malam. Pemeriksaan ini dilakukan dalam kapasitasnya sebagai saksi terkait kasus dugaan penipuan yang dilakukan oleh biro perjalanan umrah dan haji, Hanania Travel. Kedatangan Davina bertujuan untuk memberikan klarifikasi mengenai keterlibatannya dan kronologi awal kerja sama yang terjalin dengan pihak Hanania Travel.
Kuasa hukum Davina Karamoy, Yulius Irawansyah, menjelaskan secara rinci mengenai bentuk kesepakatan kerja antara kliennya dengan manajemen Hanania Travel. Menurut Yulius, Davina tidak pernah melakukan promosi secara langsung terhadap Hanania Travel. Kontrak yang terjalin hanya mencakup pembagian momen keseharian selama Davina menjalankan ibadah umrah melalui fitur "daily story" di akun Instagram pribadinya.
"Kita betul-betul konteksnya tidak pernah mempromosikan. Kita tidak pernah mempromosikan karena keberangkatan kita di kontrak disebutkan bahwa kita hanya melakukan daily story. Jadi perjalanan selama ibadah umrah itulah yang dibuat oleh klien saya dan dimasukkan ke Instagram dia. Tanpa mempromosikan posisi Hanania," tegas Yulius dalam keterangannya.
Yulius menambahkan bahwa kerja sama tersebut telah dijalin secara profesional dan didukung oleh payung hukum yang jelas melalui perjanjian tertulis antara Davina Karamoy dan Hanania Travel. "Bahwa kita ditunjuk, makanya ini kita bicara bahwa ada kontrak tertulis antara kita dengan Hanania untuk memakai klien kami untuk berangkat," jelasnya.
Proyek kerja sama ini diketahui juga melibatkan sebuah program televisi. Bagi Davina, perjalanan umrah ini merupakan pengalaman pertamanya menginjakkan kaki di tanah suci, yang dijalaninya sebanyak dua kali pada periode 2024 dan 2025. "Ini aku umrah pertama juga sih. Umrah pertama di 2024 dengan 2025. Iya baru dua kali," ujar Davina Karamoy saat memberikan keterangan.
Davina Karamoy mengungkapkan bahwa awal mula komunikasi dengan Hanania Travel bermula dari tawaran yang disampaikan oleh salah satu staf biro perjalanan tersebut bernama Adit. Adit menghubunginya dan memberikan informasi mengenai profil Instagram Hanania Travel. "Awalnya memang dihubungi itu sama Kak Adit, which is itu karyawan Hanania. Terus ditawarin, dikasih Instagram Hanania," ungkap Davina.
Setelah meninjau profil Instagram Hanania Travel dan melihat berbagai ulasan positif serta kenyataan bahwa banyak rekan selebritas lain yang telah diberangkatkan sebelumnya, Davina akhirnya memutuskan untuk menerima tawaran tersebut. Keputusannya juga didukung oleh kesesuaian jadwal umrah yang diinginkannya pada bulan September.
"Ya aku melihat Instagram-nya (Hanania Travel) dan aku memang lihat banyak di-review. Beberapa teman artis juga banyak yang diberangkatkan sebelum aku. Jadi pada saat itu, emang waktunya juga pas di bulan September aku ingin umrah, akhirnya melakukan kerja sama seperti itu," tutur Davina.
Kasus hukum yang kini menjerat Hanania Travel menjadi pelajaran berharga bagi Davina Karamoy untuk lebih berhati-hati dan teliti dalam mengambil keputusan kerja sama di masa mendatang. Pengalaman ini mendorongnya untuk melakukan evaluasi mendalam demi menghindari kelalaian serupa di kemudian hari.
"Pasti. Ini jadi pembelajaran juga sih buat aku, untuk lebih teliti dan lebih berhati-hati aja, ya," tutup Davina Karamoy.
Kasus dugaan penipuan oleh Hanania Travel ini telah menarik perhatian publik, terutama karena melibatkan sejumlah publik figur. Pihak kepolisian terus mendalami motif dan modus operandi yang digunakan oleh biro perjalanan tersebut untuk menjerat para calon jemaah. Sejumlah laporan telah masuk ke Polda Metro Jaya, menunjukkan adanya dugaan kerugian materiil yang signifikan bagi para korban.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam memilih biro perjalanan umrah dan haji. Penting untuk melakukan verifikasi legalitas biro perjalanan, meninjau rekam jejak, serta membaca dengan cermat setiap klausul dalam perjanjian sebelum melakukan pembayaran. Kredibilitas biro perjalanan dapat diperiksa melalui Kementerian Agama atau sumber terpercaya lainnya.
Pemeriksaan terhadap Davina Karamoy sebagai saksi diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai alur kerja sama dan potensi keterlibatan pihak lain dalam kasus ini. Hasil pemeriksaan ini akan menjadi bagian penting dalam proses pembuktian dan penegakan hukum terhadap pelaku penipuan. Perkembangan lebih lanjut dari kasus ini akan terus dipantau dan dilaporkan.











