Elijah Just, nama yang mungkin belum banyak dikenal di kancah sepak bola internasional, secara mengejutkan menjelma menjadi bintang baru di Piala Dunia. Perjalanannya yang tidak biasa, dari divisi kedua Austria hingga mencuri perhatian di turnamen akbar, menjadi kisah inspiratif yang patut disimak. Penampilannya yang gemilang bersama tim nasionalnya di Piala Dunia tidak hanya mencatatkan rekor pribadi, tetapi juga meningkatkan profilnya secara signifikan, memicu spekulasi transfer ke klub-klub besar Eropa.
Kedatangan Just di Motherwell, klub Skotlandia, pada bursa transfer musim panas lalu tidak disambut dengan euforia berlebihan. Meskipun memiliki pengalaman internasional, rekam jejaknya di sepak bola Eropa pasca-kepindahannya dari Selandia Baru pada tahun 2019 belum sepenuhnya menonjol. Musim sebelumnya, ia menghabiskan waktunya dipinjamkan ke SKN St Polten di divisi kedua Austria, sebuah langkah yang menunjukkan bahwa ia belum menembus level tertinggi sepak bola Eropa.
Namun, di Liga Utama Skotlandia musim lalu, Just membuktikan kualitasnya dengan performa yang memukau. Ia berhasil terpilih dalam Tim Terbaik PFA Scotland dan masuk nominasi pemain terbaik liga. Capaian ini saja sudah impresif, namun Just berhasil melampaui itu dalam satu pertandingan Piala Dunia. Ia mencetak dua gol indah dalam laga imbang 2-2 melawan Iran di Los Angeles, menjadikannya pemain Motherwell pertama yang mencetak gol di Piala Dunia, sekaligus top skor sepanjang masa negaranya di ajang tersebut. "Ini adalah kenangan yang akan bertahan seumur hidup saya," ujar Just usai pertandingan, menggambarkan kebahagiaan dan rasa tidak percaya atas pencapaian luar biasa tersebut.
Perjalanan karir Just menjadi semakin menarik mengingat pengalamannya di masa lalu. Ia pernah bermain di bawah asuhan pelatih Berthel Askou di Horsens, Denmark, namun mengalami kesulitan. Just sempat berbicara tentang pendekatan pelatih yang lebih lugas sebelum pindah ke Skotlandia. Ternyata, di tangan pelatih yang tepat dan di liga yang kompetitif, gaya permainan tersebut berkembang menjadi salah satu sepak bola terbaik yang ditampilkan oleh tim non-Old Firm di Skotlandia dalam beberapa tahun terakhir.
Baik saat menguasai bola maupun tanpa bola, Just menjadi elemen krusial dalam kesuksesan timnya. Ia tidak hanya memukau secara visual dengan permainan cerdasnya, tetapi juga didukung oleh statistik yang mengesankan. Dibandingkan dengan gelandang serang lainnya di Liga Utama Skotlandia musim lalu, hanya Benjamin Nygren dari Celtic yang memiliki catatan gol dan assist gabungan lebih tinggi. Just juga menempati posisi teratas dalam jumlah tembakan ke sasaran per 90 menit, serta menjadi pencipta peluang besar terbanyak. Selain itu, ia menunjukkan kontribusi menyeluruh dengan menempati peringkat ketiga dalam dribel sukses, kedua dalam tekel, keempat dalam pemulihan bola, dan keenam dalam intersep.
"Dia adalah pesepakbola murni," puji mantan gelandang Hibernian dan Celtic, Scott Allan, kepada BBC Scotland. Allan menyoroti keunggulan Just dalam kesadaran spasial, kemampuannya bermain di area sempit, dan ancaman yang ia berikan kepada lawan. "Lupakan statistik, dari segi permainan mata, dia benar-benar luar biasa. Dia mampu mengambil sentuhan menjauh dari tekanan, memiliki gambaran jelas tentang apa yang ingin dia lakukan, dan fisiknya sangat prima sehingga ia sering berlari melewati lawan. Kesadarannya kapan harus bermain satu sentuhan, kapan dua sentuhan, dan kemudian memiliki kreativitas di sepertiga akhir lapangan," tambahnya.
Dengan performa gemilang di Piala Dunia, spekulasi transfer mengenai masa depan Just mulai ramai diperbincangkan. Ia sendiri menegaskan keinginannya untuk fokus penuh pada komitmen Piala Dunia sebelum membahas urusan transfer dengan agennya. Chris Sutton, seorang pundit BBC Sport yang menyaksikan langsung pertandingan Selandia Baru melawan Iran, bahkan berpendapat bahwa Motherwell kini bisa "menambahkan beberapa angka nol" pada nilai jual Just.
Klub-klub besar seperti Celtic dan rival sekotanya, Rangers, dilaporkan tertarik untuk merekrut Just. Namun, dengan penampilan impresifnya di panggung dunia yang menjadi pelengkap musim luar biasa di Skotlandia, dan masih ada kesempatan untuk tampil lebih baik lagi saat Selandia Baru menghadapi Mesir, Sutton khawatir bahwa Just kini mungkin berada di luar jangkauan klub-klub tersebut. "Celtic seharusnya sudah mengamankan Just sebelum sekarang," tulis Sutton di media sosial, menambahkan bahwa "Sekarang ini benar-benar bisa merugikan mereka. Penampilan yang luar biasa darinya."
Motherwell, yang baru saja menunjuk pelatih asal Swedia, Alfred Johansson, sebagai manajer baru, telah menunjukkan kemampuannya dalam mengembangkan pemain muda. Musim lalu, mereka menjual gelandang Lennon Miller ke Udinese dengan biaya rekor klub. Dengan kontrak Just yang masih tersisa satu tahun, ditambah opsi perpanjangan dari klub, diperlukan biaya transfer yang signifikan untuk memboyong permata terbaru mereka dari Lanarkshire. Perjalanan Just dari kasta kedua Austria menuju sorotan Piala Dunia menjadi bukti bahwa bakat bisa muncul dari tempat yang tak terduga, dan kini, masa depannya di dunia sepak bola tampak sangat cerah.











