Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya menyoroti krusialnya konsep keberlanjutan dalam praktik kepemimpinan di Indonesia. Menurutnya, keberlanjutan ini menjadi fondasi utama dalam mendorong kemajuan pembangunan bangsa.
Dalam sebuah kesempatan, Bima Arya secara tegas mengajak para pemangku kepentingan untuk meninggalkan pola pikir dan tindakan yang bersifat ego sektoral. Ia menekankan bahwa kepentingan yang lebih besar, yakni kemajuan bersama, haruslah diutamakan.
Pernyataan ini disampaikan oleh Bima Arya sebagai respons terhadap tantangan dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkesinambungan. Ia melihat bahwa seringkali terkotak-kotaknya kepentingan antarlembaga atau daerah menjadi hambatan signifikan.
“Kita perlu berpikir jangka panjang. Kepemimpinan yang baik adalah yang mampu merencanakan dan mengeksekusi program yang dampaknya terasa tidak hanya saat ini, tetapi juga untuk generasi mendatang,” ujar Bima Arya.
Ia menambahkan, keberlanjutan dalam kepemimpinan bukan sekadar retorika. Ini mencakup bagaimana kebijakan yang diambil memiliki ketahanan dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
Lebih lanjut, Bima Arya mengilustrasikan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Tanpa sinergi yang kuat, upaya pembangunan akan berjalan sporadis dan kurang efektif.
“Mari kita bersama-sama membangun narasi baru. Narasi di mana setiap kebijakan, setiap program, dirancang dengan visi keberlanjutan. Ini demi Indonesia yang lebih maju dan sejahtera,” ajaknya.
Menurutnya, meninggalkan ego sektoral berarti membuka ruang dialog yang lebih luas dan mencari solusi bersama atas setiap permasalahan pembangunan. Hal ini akan menciptakan efisiensi birokrasi dan optimalisasi sumber daya.
Bima Arya optimis bahwa dengan semangat kebersamaan dan fokus pada keberlanjutan, Indonesia dapat mencapai target pembangunan yang lebih ambisius. Ia berharap, pesan ini dapat menginspirasi para pemimpin di semua tingkatan.
Pendekatan kepemimpinan yang berkelanjutan diharapkan mampu menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih baik. Ini juga akan berdampak positif pada kualitas pelayanan publik dan kepercayaan masyarakat.
Pembangunan yang berkelanjutan, menurut Bima Arya, selaras dengan prinsip-prinsip tata kelola yang baik (good governance). Ia menekankan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik dalam setiap proses pengambilan keputusan.
Dengan demikian, cita-cita besar bangsa untuk mewujudkan kesejahteraan yang merata dapat terwujud secara optimal. Langkah awal yang paling mendasar adalah mengubah pola pikir dan tindakan menuju keberlanjutan.
