Bank Mandiri Tahan Bunga Deposito Meski BI Naikkan Suku Bunga Acuan, Fokus Jaga Biaya Dana 1,9%

Emanuel

Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mengambil langkah hati-hati merespons kenaikan BI Rate oleh Bank Indonesia. Bank pelat merah ini belum mengambil keputusan untuk segera menaikkan suku bunga simpanan deposito. Keputusan tersebut masih dalam tahap evaluasi internal melalui mekanisme Asset Liability Committee (ALCO).

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menjelaskan bahwa kebijakan suku bunga bank bersifat dinamis. "Suku bunga itu kan mengikuti mekanisme pasar. Kita lihat nanti apakah BI Rate itu memicu pertumbuhan kenaikan suku bunga atau tidak," ujarnya di Gedung DPR RI, Senin (6/7/2026).

Menurut Riduan, bank tidak serta-merta menyesuaikan bunga simpanan saat BI Rate berubah. Manajemen akan mengkaji lebih dulu perkembangan likuiditas dan kondisi pasar. "Di bank kan biasa terjadi. BI Rate naik, kita akan cek apakah kita masih bisa bertahan dengan bunga yang ada atau harus melakukan penyesuaian," jelasnya. Proses evaluasi ini biasanya memakan waktu sekitar tiga bulan untuk melihat dampaknya secara menyeluruh sebelum penyesuaian dilakukan.

Sementara itu, terkait biaya dana atau cost of fund, Riduan mengakui adanya tren peningkatan di industri perbankan. Kenaikan ini seiring dengan tren suku bunga deposito yang cenderung naik. Namun, Bank Mandiri memiliki target ambisius untuk menjaga cost of fund tetap stabil.

"Dijaga. Dijaga di 1,9% ya," tegas Riduan. Ia berharap beban pendanaan ini dapat dipertahankan pada level rendah tersebut hingga akhir tahun ini. "Insya Allah. Mudah-mudahan," tambahnya.

Mengenai besaran special rate yang ditawarkan kepada nasabah, Riduan enggan mempublikasikannya. Hal ini karena suku bunga khusus tersebut bersifat personal dan berbeda untuk setiap nasabah.

Keputusan Bank Mandiri untuk menahan kenaikan bunga deposito ini menunjukkan strategi kehati-hatian dalam mengelola neraca keuangan. Di tengah ketidakpastian ekonomi, menjaga biaya dana tetap rendah menjadi krusial untuk profitabilitas. Dengan evaluasi yang cermat, bank berupaya mencari keseimbangan antara daya saing produk simpanan dan efisiensi biaya dana.

Kondisi ini juga mencerminkan bagaimana perbankan di Indonesia beradaptasi dengan kebijakan moneter Bank Indonesia. Kenaikan suku bunga acuan memang dirancang untuk mengendalikan inflasi, namun dampaknya pada industri perbankan perlu dicermati dengan seksama. Bank Mandiri, sebagai salah satu pemain utama, menunjukkan pendekatan yang terukur dalam menghadapi perubahan tersebut. Upaya menjaga cost of fund di level 1,9% menjadi indikator kuat komitmen bank untuk tetap efisien dalam operasionalnya.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All