Wednesday, 15 July 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Anemia pada Balita Mengkhawatirkan: Kiat Jitu Cegah Sejak Kehamilan

Oleh Muzairi M July 15, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Anemia defisiensi besi masih menjadi momok serius bagi kesehatan anak Indonesia, terutama pada kelompok ibu hamil dan balita. Kondisi ini menunjukkan rendahnya kadar sel darah merah sehat dalam tubuh.

Dampak anemia pada tumbuh kembang anak sangat signifikan. Kekurangan zat besi dapat menghambat perkembangan kognitif, motorik, dan daya tahan tubuh.

Para ahli menekankan pentingnya intervensi dini untuk mencegah anemia. Pencegahan harus dimulai bahkan sebelum anak lahir, yaitu sejak masa kehamilan.

Ibu hamil membutuhkan asupan zat besi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan janin. Kekurangan zat besi pada ibu hamil berisiko tinggi menyebabkan bayi lahir dengan kondisi anemia.

Setelah bayi lahir, pemberian ASI eksklusif sangat dianjurkan. ASI mengandung zat besi yang mudah diserap oleh bayi.

Memasuki usia MPASI, pemberian makanan pendamping ASI yang kaya zat besi menjadi krusial. Sumber zat besi terbaik antara lain daging merah, hati ayam, ikan, dan sayuran hijau.

Pemberian suplemen zat besi seringkali diperlukan, terutama bagi bayi yang lahir prematur atau memiliki riwayat anemia.

Edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya gizi seimbang dan tanda-tanda anemia sangatlah vital. Deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan rutin dapat mencegah komplikasi lebih lanjut.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan terus berupaya menekan angka anemia pada anak. Program suplementasi dan kampanye kesadaran gizi menjadi ujung tombak.

Mengatasi anemia bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah sangat dibutuhkan.

Dengan langkah pencegahan yang tepat dan konsisten, diharapkan generasi penerus bangsa terbebas dari ancaman anemia defisiensi besi.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait