Sydney, 13 Juni 2026 – Perjuangan pebulu tangkis tunggal putra Indonesia di Australian Open 2026 memunculkan hasil berbeda di babak semifinal yang digelar hari ini di Sydney. Alwi Farhan berhasil mengamankan tiket final, sementara rekan senegaranya, Moh Zaki Ubaidillah, harus menghentikan langkahnya di babak empat besar.
Alwi Farhan, yang turun dengan status unggulan ketiga, menunjukkan performa impresif saat menghadapi wakil Hong Kong, Jason Gunawan. Pertandingan semifinal nomor tunggal putra ini berakhir dengan skor 21-11, 17-21, dan 21-9 untuk kemenangan Alwi. Keberhasilan ini membawa Alwi melaju ke partai puncak turnamen level Super 500 tersebut, menjaga asa Indonesia untuk meraih gelar juara.
Usai pertandingan, Alwi mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaiannya. "Terima kasih ya Allah, alhamdulillah saya berada di sini karena berkat Tuhan Yang Maha Esa. Saya hanya menjalankan tugas saya memberikan yang terbaik untuk Indonesia, saya pasrahkan hasilnya kepada Tuhan," ujar Alwi dengan nada penuh kerendahan hati.
Kemenangan atas Jason Gunawan bukanlah hal baru bagi Alwi. Ia mengakui bahwa rekam jejak positif sebelumnya melawan Jason memberinya kepercayaan diri tambahan. "Saya beberapa kali menang melawan Jason dan itu membuat saya lebih percaya diri," jelasnya.
Meskipun sempat kehilangan gim kedua dengan skor 17-21 akibat beberapa kesalahan sendiri (unforced errors), Alwi mampu bangkit di gim penentu. Ia berhasil mengembalikan dominasinya dan menutup gim ketiga dengan meyakinkan, 21-9. "Saya melakukan beberapa unforced errors di gim kedua tapi saya tahu saya bisa kembali pegang kontrol permainan di gim ketiga jadi saya coba memanfaatkannya dari awal," tuturnya.
Menghadapi jadwal padat turnamen beruntun, Alwi menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik dan mental. "Di turnamen ketiga beruntun paling sulit adalah menjaga fisiknya dan juga mentalnya, tapi nggak ada yang nggak bisa selagi ada kemauan. Jadi apapun rintangannya kita harus berani melewati," tegas Alwi, menunjukkan determinasi tinggi yang dimilikinya.
Menatap laga final, Alwi memiliki harapan besar agar Indonesia dapat menampilkan All Indonesian Final di nomor tunggal putra. "Harapannya semoga bisa all Indonesian finals dan besok Insya Allah saya bisa juara," pungkasnya, optimis menatap partai puncak yang akan menentukan gelar juara Australian Open 2026.
Sementara itu, asa Indonesia di sektor tunggal putra harus sedikit tertahan dengan kekalahan Moh Zaki Ubaidillah di semifinal. Zaki harus mengakui keunggulan lawannya, Dong Tian Yao dari Tiongkok, dalam pertandingan tiga gim yang ketat dengan skor 19-21, 21-9, dan 18-21.
Meskipun belum berhasil melaju ke final, Zaki tetap mensyukuri pencapaiannya menembus babak semifinal turnamen Super 500 untuk pertama kalinya. "Pertandingan hari ini cukup ketat, saya tetap besyukur walaupun hasilnya belum memuaskan," ujar Zaki.
Ia mengakui bahwa lawannya menampilkan permainan yang lebih berani dan agresif di poin-poin krusial, terutama pada gim penentu. "Tadi saya sudah coba yang terbaik, ya mungkin belum rezeki. Di akhir-akhir gim ketiga saya agak kaget karena dia mulai mempercepat tempo dan variasi depannya banyak variasi. Dia lebih berani dan lebih agresif di poin-poin kritis," jelas Zaki.
Zaki juga menyadari bahwa Dong Tian Yao telah menunjukkan perkembangan signifikan sejak pertemuan mereka tahun lalu. "Di turnamen ini dia memang bermain sangat baik, dia mempelajari pertemuan pertama kami tahun lalu," tambahnya.
Meskipun belum meraih hasil maksimal, Zaki mengaku bangga dengan pencapaiannya mencapai semifinal Super 500. Namun, ia menegaskan bahwa ini bukanlah akhir dari perjalanannya. "Senang bisa menembus babak semifinal Super 500 pertama kali tapi pastinya saya belum puas, masih banyak lagi yang mau saya kejar di depan. Masih banyak yang harus diperbaiki dan dievaluasi lagi," tutup Zaki, menunjukkan semangat juang yang membara untuk terus berkembang di kancah internasional.
Hasil semifinal Australian Open 2026 ini memberikan gambaran persaingan ketat di sektor tunggal putra. Keberhasilan Alwi Farhan melaju ke final memberikan suntikan moral bagi tim Indonesia, sementara kekalahan Zaki Ubaidillah menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan performa di masa mendatang. Pertandingan final Alwi Farhan akan menjadi sorotan utama, di mana ia bertekad memberikan yang terbaik untuk membawa pulang gelar juara bagi Indonesia.











