Alex Marquez Akui Nyaris Pensiun Dini di MotoGP Assen, Drama Akhir Laga Bawa Kejutan

Wibowo

Assen – Pembalap Gresini Racing, Alex Marquez, mengungkapkan bahwa dirinya sempat mempertimbangkan untuk mengibarkan bendera putih di tengah jalannya balapan MotoGP Belanda di Sirkuit Assen. Keputusan ini diambilnya sebelum kekacauan di lap-lap akhir justru membawanya meraih posisi yang lebih baik.

Alex Marquez sejatinya datang ke Assen dengan target utama hanya menyelesaikan akhir pekan balapan. Sebelumnya, ia terpaksa absen dari MotoGP Ceko setelah kualifikasi. Hal ini dikarenakan ia masih dalam masa pemulihan cedera yang didapatnya di Catalunya.

Namun, nasib buruk kembali menghampirinya. Pada sesi latihan bebas Jumat sore, Alex terjatuh di tikungan keempat. Insiden ini menyebabkan luka lecet cukup parah, terutama di lengan kirinya.

Meskipun demikian, Alex Marquez berhasil finis di posisi ke-13 pada sesi Sprint Race. Performa sebenarnya baru terlihat pada balapan utama hari Minggu. Ia mampu bersaing ketat di belakang rombongan pembalap yang terlibat pertarungan sengit.

Dalam rombongan tersebut terdapat nama-nama seperti Pedro Acosta, Marc Marquez, dan Francesco Bagnaia. Sayangnya, Acosta dan Bagnaia harus mengakhiri balapan lebih awal karena masalah teknis.

Situasi ini kemudian membuka peluang bagi Alex Marquez dan Fabio Di Giannantonio. Keduanya terlibat duel sengit memperebutkan posisi dengan juara bertahan Marc Marquez.

Sebuah manuver agresif yang kurang tepat dari Di Giannantonio saat menyalip Marc Marquez di chicane terakhir justru berujung pada keuntungan bagi Alex Marquez. Ia berhasil mendahului kedua pembalap tersebut.

Meski Di Giannantonio sempat membalasnya di beberapa lap terakhir, momen itulah yang memicu semangat Alex Marquez untuk menyelesaikan balapan. "Yang pertama adalah saya berhasil menyelesaikan balapan. Itu tujuan utama saya, menyelesaikan 26 lap yang bagi saya cukup berat," ujar Alex.

Ia menambahkan, "Saya tidak menyangka bisa menyelesaikan 26 lap. Saya sempat berpikir, ‘Mungkin saya akan menambah kecepatan, dan tergantung posisi saya, saya akan berhenti’. Namun, saya merasa lebih baik."

Alex Marquez berusaha keras untuk menjaga performa ban belakangnya yang menggunakan kompon lunak. Ia berupaya keras agar ban tidak terlalu panas. "Trek lurus panjang sangat membantu saya agar ban tidak terlalu panas dan membuat saya tetap tenang," jelasnya.

"Saya sangat beruntung ada beberapa pembalap yang jatuh atau mengalami masalah teknis. Saya bisa memperbaiki banyak posisi," lanjutnya. "Ritme balapan jauh lebih baik dari perkiraan. Namun, menjelang akhir, saya berkata, ‘Oke, saya akan berhenti’. Tapi melihat posisi saya, saya berpikir, ‘Oke, saya akan coba selesaikan balapan saja’."

Alex mengaku balapan menjadi lebih sulit setelah Di Giannantonio dan Marc Marquez tertinggal. Ia kehilangan referensi visual yang menemaninya sepanjang balapan. "Itu tidak membantu saya karena di belakang, saya merasa nyaman dengan grup itu," tuturnya.

"Saat saya sendirian lagi, saya bertanya, ‘Di mana referensinya?’ Saya tidak bisa menghemat ban belakang dan memanfaatkan slipstream di bagian cepat. Tapi bagaimanapun, saya berhasil finis. Saya tidak bisa mempertahankan posisi dari Diggia di lap terakhir karena fisik saya sudah habis, tapi tidak apa-apa."

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All