Indonesia akan kembali disuguhkan kisah horor yang mencekam dari salah satu lokasi paling angker di tanah Jawa. Unlimited Production mempersembahkan film horor terbaru berjudul "Alas Roban", yang siap tayang di bioskop mulai 15 Januari 2026. Film ini menggali lebih dalam legenda urban populer yang beredar di kalangan masyarakat, khususnya para sopir jalur Pantura, mengenai tanjakan curam di Jawa Tengah yang dikenal menyimpan berbagai misteri dan peristiwa tak kasatmata.
Kisah "Alas Roban" berakar dari cerita nyata yang berkembang menjadi mitos di masyarakat. Lokasi yang menjadi latar cerita ini digambarkan sebagai ruas hutan yang minim penerangan, sering diselimuti kabut tebal, dan menjadi saksi bisu berbagai peristiwa mengerikan yang sulit dijelaskan secara nalar. Keberadaan legenda urban ini menjadi daya tarik tersendiri bagi rumah produksi untuk diangkat ke layar lebar, menawarkan pengalaman horor yang dekat dengan realitas budaya Indonesia.
Film berdurasi 1 jam 51 menit ini berpusat pada kisah Sita, seorang ibu tunggal asal Pekalongan, yang berjuang untuk masa depan yang lebih baik bagi dirinya dan putrinya. Demi mendapatkan kehidupan yang layak, Sita memutuskan untuk pindah ke Semarang guna bekerja di sebuah rumah sakit. Perjalanan mereka menuju kota baru ini dilakukan dengan menumpangi bus terakhir yang melintasi jalur legendaris Alas Roban, sebuah rute yang terkenal angker dan penuh teka-teki.
Malapetaka tak terhindarkan ketika bus yang ditumpangi Sita dan putrinya, Gendis, mengalami mogok di tengah kegelapan hutan Alas Roban. Sejak insiden tersebut, perubahan drastis mulai terlihat pada diri Gendis. Anak perempuan yang tunanetra ini mulai menunjukkan perilaku yang mengkhawatirkan, seperti mendengar bisikan-bisikan asing yang tak jelas sumbernya, menggambar simbol-simbol aneh yang menyeramkan, hingga mengalami kesurupan hebat setiap malam.
Teror yang dialami Gendis bukan sekadar gangguan biasa, melainkan pertanda adanya kekuatan gelap yang berusaha merasuki dan mengambil alih raganya. Situasi semakin mencekam ketika Sita menyadari bahwa putrinya menjadi target dari entitas gaib yang sangat kuat. Dalam upayanya untuk menyelamatkan Gendis dari cengkeraman kekuatan jahat tersebut, Sita tidak sendirian. Ia mendapatkan bantuan dari sepupunya, Tika, serta Anto, seorang sopir ambulans yang memiliki pemahaman mendalam tentang mitos dan misteri yang menyelimuti Alas Roban.
Investigasi dan bantuan dari Anto serta Tika mengungkap bahwa Gendis menjadi sasaran Dewi Raras, sosok gaib yang sedang dilanda kemarahan. Kemarahan Dewi Raras diduga dipicu oleh pelanggaran atau kelupaan terhadap janji ritual kuno yang seharusnya dipatuhi. Hal ini menciptakan kutukan yang harus segera diputus sebelum terlambat.
Satu-satunya cara untuk memutus rantai kutukan yang menimpa Gendis adalah dengan kembali ke jantung Alas Roban, tempat asal mula masalah tersebut. Dengan petunjuk dan pendampingan dari seorang penjaga spiritual bernama Bu Emah, Sita harus berpacu dengan waktu. Ia harus menyelesaikan ritual terakhir sebelum malam keramat tiba, sebuah kesempatan krusial untuk merebut kembali jiwa anaknya dari cengkeraman Dewi Raras yang murka.
Film "Alas Roban" tidak hanya menawarkan cerita yang mencekam, tetapi juga didukung oleh jajaran aktor dan aktris berbakat Tanah Air yang siap menghidupkan setiap karakter. Film ini ditulis oleh Evelyn Afnilia dan disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu, seorang sutradara yang dikenal piawai dalam menggarap film-film horor yang sukses memukau penonton. Kolaborasi mereka diharapkan mampu menghasilkan tontonan horor yang berkualitas dan berkesan.
Jajaran pemain yang terlibat dalam film ini antara lain Michelle Ziudith yang memerankan karakter Sita, seorang ibu yang berjuang demi anaknya. Fara Shakila tampil sebagai Gendis, putri Sita yang menjadi pusat cerita horor. Rio Dewanto berperan sebagai Anto, sopir ambulans yang menjadi penolong. Taskya Namya akan menghidupkan karakter Tika, sepupu Sita yang turut membantu.
Selain itu, Imelda Therinne didapuk memerankan sosok gaib Dewi Raras yang menjadi antagonis utama. Dewi Pakis akan tampil sebagai Bu Emah, sang penjaga spiritual. Deretan aktor dan aktris senior seperti Whani Darmawan sebagai Mbah Sakti, Pritt Timothy sebagai Mbah Rejo, Saputra Kori sebagai Petugas Forensik, Rukman Rosadi sebagai Yusman, Agus Kuncoro sebagai Dadang, dan Ruth Marini sebagai Dukun, turut melengkapi kekuatan akting dalam film ini.
Kehadiran "Alas Roban" di layar lebar menambah daftar panjang film horor Indonesia yang terus berkembang. Legenda urban yang diangkat diharapkan dapat menarik perhatian penonton yang haus akan cerita horor yang autentik dan dekat dengan kearifan lokal. Tanggal rilis 15 Januari 2026 menjadi penanda dimulainya teror baru dari salah satu lokasi paling misterius di Indonesia.











