Akhir Tragis Sang Legenda: Ronaldo Gagal Bawa Portugal Juara Dunia, Pelatih Langsung Mundur

Danu Eko

Mimpi Cristiano Ronaldo untuk mengangkat trofi Piala Dunia akhirnya kandas. Portugal tersingkir di babak 16 besar usai kalah 0-1 dari Spanyol. Momen ini menjadi penutup karier Ronaldo di ajang terakbar sepak bola dunia. Ia terlihat menitikkan air mata di Stadion Dallas setelah gol tunggal kemenangan Spanyol tercipta di menit akhir.

Perjalanan karier Ronaldo, yang telah memenangkan lima Ballon d’Or, lima Liga Champions, dan satu Euro 2016, diakhiri tanpa gelar juara dunia. Ia telah mencetak rekor 976 gol untuk klub dan negara. Ronaldo juga menjadi satu-satunya pemain yang mencetak gol di enam edisi Piala Dunia.

Prestasi terbaiknya di Piala Dunia adalah saat membawa Portugal ke semifinal pada debutnya tahun 2006. Keputusan untuk pensiun dari pentas Piala Dunia memang sudah diisyaratkan. Namun, ia masih membuka kemungkinan untuk melanjutkan karier internasionalnya.

Kekalahan Portugal ini memicu perdebatan sengit. Banyak yang mempertanyakan keputusan pelatih Roberto Martinez yang dinilai terlalu memanjakan Ronaldo. Mantan striker timnas Inggris, Chris Sutton, mengkritik keras. Ia menyebut Ronaldo "berjalan tertatih-tatih di lapangan seperti kakek-kakek."

Sutton menambahkan, "Cristiano Ronaldo tidak melakukan apa pun; dia tidak melakukan apa pun." Ia juga menyalahkan Martinez atas kekalahan ini. "Roberto Martinez sedang apa? Bagaimana Anda bisa begitu memanjakan seorang pemain? Portugal tersingkir karena Roberto Martinez."

Menyusul kekalahan ini, Roberto Martinez mengumumkan pengunduran dirinya. Ia memuji Ronaldo sebagai "ikon sepak bola." Martinez berterima kasih atas usaha Ronaldo di Piala Dunia ini. Ia menegaskan mimpi Ronaldo adalah memenangkan Piala Dunia.

Isu apakah Ronaldo harus dimainkan sejak awal menjadi topik panas di beberapa turnamen terakhir. Ia telah mencetak 146 gol untuk Portugal, rekor di sepak bola internasional pria. Namun, banyak yang menilai kontribusinya selain gol semakin minim.

Dengan popularitas dan statusnya yang luar biasa, Martinez tampak ragu untuk mencoret Ronaldo dari tim inti. Padahal, Portugal memiliki banyak pemain berbakat. Beberapa di antaranya adalah peraih gelar Liga Champions. Bruno Fernandes pun menjadi pemain terbaik Premier League.

Sutton kembali melontarkan kritik tajam. "Bagaimana mungkin Goncalo Ramos tidak diturunkan?" tanyanya. "Ini adalah aib mutlak dari manajer, hanya memanjakan pemain bintangnya." Ia menyayangkan keputusan Martinez yang kurang tegas.

Ronaldo sendiri mengakhiri turnamen dengan tiga gol. Namun, jumlah tembakannya yang mencapai 18 masih tergolong tinggi. Ia hanya menciptakan satu peluang bagi rekan setimnya dalam lima pertandingan. Bahkan, lebih banyak pemain yang menyentuh bola ketimbang dirinya.

Martinez membela keputusannya. Ia berargumen bahwa kehadiran Ronaldo penting untuk menciptakan ruang dan situasi bola mati. Popularitas Ronaldo dan Lionel Messi memang telah mengubah cara pandang penggemar sepak bola.

Debat tentang siapa pemain terbaik sepanjang masa antara keduanya tak pernah usai. Namun, salah satu hal yang dulu menjadi catatan bagi keduanya adalah belum pernahnya memenangkan Piala Dunia. Messi akhirnya berhasil meraihnya pada 2022 di Qatar. Kini, Ronaldo pensiun tanpa pernah merasakan gelar tersebut.

Ronaldo masih memegang beberapa rekor Piala Dunia berkat konsistensinya. Ia satu-satunya pemain yang mencetak gol di enam Piala Dunia. Ia juga menjadi salah satu dari dua pemain yang tampil di enam edisi, bersama Messi. Total 11 golnya menempatkannya di peringkat kesembilan pencetak gol terbanyak sepanjang masa.

Namun, hanya satu golnya yang dicetak di babak gugur. Ini adalah penalti melawan Kroasia di babak 32 besar. Di Piala Dunia sebelumnya, Ronaldo bahkan dicadangkan di fase gugur. Hal ini terjadi setelah berselisih dengan pelatih Fernando Santos.

Sutton mengingatkan bahwa Goncalo Ramos mencetak hattrick saat Ronaldo dicadangkan di Piala Dunia sebelumnya. Kini, empat tahun berlalu, Ronaldo semakin tua. Hasilnya pun terlihat jelas. Para penggemar Portugal mengungkapkan kesedihan mereka. Mereka berharap Ronaldo tetap dikenang sebagai legenda.

Roberto Martinez sendiri baru menjabat sebagai pelatih Portugal sejak 2023. Ia pernah membawa Belgia ke semifinal Piala Dunia 2018. Namun, Belgia tersingkir di fase grup pada 2022. Ia memenangkan Nations League bersama Portugal. Namun, kekalahan di Piala Dunia ini mengakhiri masa baktinya.

Martinez menyatakan, "Saya datang ke Portugal dengan tujuan memenangkan Piala Dunia. Karena saya belum memenangkannya, tidak masuk akal untuk melanjutkan." Ia menegaskan kontraknya berakhir hari ini. Sutton kembali mengkritik Martinez. Ia menyebut manajemen Martinez "skandal." Ia juga menyamakan kegagalan Portugal dengan kegagalan Belgia di era emasnya. Martinez dinilai menampilkan performa yang "memalukan."

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All