Monday, 13 July 2026
BREAKING
HIBURAN

Acha Septriasa Bongkar Stigma Ambisi Perempuan Lewat Film ‘Suamiku Lukaku’

Oleh Wibowo July 13, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Acha Septriasa merampungkan syuting film terbarunya, ‘Suamiku Lukaku’, dengan membawa segudang pelajaran berharga. Film yang berlatar di Pangkal Pinang ini, digarap oleh sutradara Sharad Sharan dan Viva Westi, membuka pandangan baru baginya mengenai kehidupan perempuan.

Isu stigma sosial terhadap ambisi perempuan menjadi sorotan utama Acha. Sebagai seorang ibu, ia merasa relevansi isu ini sangat kuat dengan realita yang ia jalani.

Ia kerap mendapati anggapan bahwa perempuan sebaiknya tidak terlalu menonjol. Stigma yang paling mengganggunya adalah pandangan bahwa perempuan tidak boleh memiliki ambisi besar.

Menurut Acha, ambisi justru elemen penting pendorong perempuan untuk terus berkembang. Tanpa ambisi, sulit memetakan cita-cita dan potensi diri.

Ambisi membantu perempuan merasa berharga dan memiliki arah jelas. Cita-cita berfungsi sebagai pegangan hidup agar batin tidak kosong saat melayani keluarga.

Menekan ambisi perempuan dinilai keliru karena menghambat pengembangan diri. Tujuan hidup kuat memberi energi tambahan untuk berkontribusi lebih besar.

Dalam wawancara eksklusif di Gedung KLY Jakarta Pusat, Acha menegaskan, “Setiap orang sudah banyak memberi dalam kehidupan sehari-hari.” Memiliki tujuan membuat seseorang tegak berdiri meski membagi fokus.

Ambisi yang dimaksud Acha tidak selalu tentang pencapaian karier tinggi. Ambisi bisa tercermin dalam komitmen hadir bagi buah hati di tengah kesibukan kerja.

Ia membantah anggapan mustahilnya mengurus anak secara mandiri bagi artis sibuk. Acha membuktikan prioritasnya sebagai ibu tetap nomor satu.

Aktivitasnya sehari-hari, seperti menyiapkan konsumsi anak, memasak bekal sekolah, mengantar anak, dan belajar menu khusus sesuai permintaan anak, menunjukkan komitmennya.

Kehadiran emosional memastikan dirinya selalu ada dalam momen penting tumbuh kembang anak. Kebahagiaan sejati muncul saat memenuhi keinginan sederhana sang anak.

Membahas film ‘Suamiku Lukaku’, Acha menuturkan adegan tersulit bukanlah saat beradegan KDRT. Kesulitan terberat justru saat beradu akting dengan aktris cilik Azkya Mahira.

Kondisi emosionalnya yang tidak stabil saat syuting membuatnya merasa sangat emosional. Wajah Azkya yang mirip dengan anak kandungnya membuat batasan film dan kenyataan kabur.

Karakter Amina yang diperjuangkannya, seorang ibu berjuang demi kesehatan putri, memicu refleksi diri Acha. Ia mempertanyakan apakah sudah menjadi orang tua yang baik di dunia nyata.

Acha berharap tindakannya sehari-hari menjadi teladan positif bagi sang buah hati. Film ‘Suamiku Lukaku’ membawa misi sosial kampanye stop KDRT.

Melalui peran Amina, Acha ingin menunjukkan luka yang tidak terlihat fisik memiliki dampak nyata bagi korban. Film ini diharapkan dapat menyuarakan pesan penting ini pada 2026.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait