Tuesday, 1 September 2026
BREAKING
OTOMOTIF

Solidaritas Komunitas Motor Ringankan Beban Korban Gempa NTT

Oleh Emanuel September 1, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Ratusan anggota komunitas motor dari berbagai klub di Jakarta dan sekitarnya menggelar aksi solidaritas untuk membantu warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi magnitudo 7,7. Aksi penggalangan dana dan distribusi bantuan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap penderitaan masyarakat di Bumi Flobamora pasca bencana.

Gempa dahsyat yang mengguncang NTT pada 14 Desember 2021 lalu meninggalkan luka mendalam bagi ribuan warga. Kerusakan infrastruktur, hilangnya tempat tinggal, dan trauma menjadi realitas pahit yang harus dihadapi mereka. Menyadari kondisi tersebut, komunitas motor yang menamakan diri sebagai “Kopdar Solidaritas NTT” tergerak untuk memberikan dukungan nyata.

Koordinator aksi, Budi Santoso, menjelaskan bahwa kegiatan ini telah direncanakan sejak beberapa waktu lalu. “Kami melihat banyak saudara kita di NTT yang membutuhkan bantuan. Melalui kegiatan ini, kami ingin menyalurkan sedikit rezeki kami untuk meringankan beban mereka,” ujar Budi saat dihubungi, Selasa (25/1/2022).

Penggalangan dana dilakukan melalui berbagai cara, termasuk penjualan kaus “Kopdar Solidaritas NTT” dan donasi langsung dari anggota serta masyarakat umum. Hasil dari penggalangan dana tersebut kemudian dibelanjakan untuk kebutuhan pokok seperti beras, mi instan, air mineral, pakaian layak pakai, dan perlengkapan bayi. Total bantuan yang berhasil dikumpulkan diperkirakan mencapai nilai puluhan juta rupiah.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi, baik anggota komunitas maupun masyarakat umum. Bantuan ini akan kami salurkan langsung ke lokasi terdampak melalui perwakilan kami di NTT,” tambah Budi.

Selain bantuan logistik, “Kopdar Solidaritas NTT” juga berencana untuk melakukan kunjungan langsung ke beberapa titik pengungsian di NTT dalam waktu dekat. Tujuannya adalah untuk memberikan semangat dan dukungan moril kepada para korban gempa. “Ini bukan hanya tentang bantuan fisik, tapi juga tentang menunjukkan bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi cobaan ini,” pungkas Budi.

Bagikan: Facebook X WhatsApp