Tuesday, 1 September 2026
BREAKING
DUNIA

Remaja Putri Dihadirkan ke Pengadilan Atas Rekaman Serangan Masjid San Diego

Oleh Rini Widiyarti September 1, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Seorang remaja putri berusia 17 tahun dari North Carolina didakwa dengan pembunuhan atas perannya dalam serangan di sebuah masjid di San Diego pada 18 Mei lalu. Jaksa penuntut juga menuduhnya menerbitkan manifesto yang dibuat oleh dua remaja pria bersenjata yang melakukan serangan tersebut.

Menurut pihak berwenang, remaja putri yang identitasnya tidak diungkapkan karena usianya, diduga menyebarkan rekaman serangan yang mengerikan itu. Tindakannya ini dianggap turut berkontribusi pada keparahan insiden yang mengguncang komunitas setempat dan menarik perhatian luas.

Serangan yang terjadi di Masjid Al-Noor di Escondido, San Diego, pada 18 Mei 2019, menyebabkan kepanikan dan keresahan. Dua remaja pria bersenjata dilaporkan melepaskan tembakan, namun beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut meskipun beberapa orang mengalami luka ringan.

Pihak kejaksaan menyatakan bahwa peran remaja putri tersebut tidak hanya sebatas merekam, tetapi juga menyebarkan tulisan atau manifesto yang diduga dibuat oleh para pelaku. Dokumen tersebut diduga berisi motif dan pandangan ekstrem yang melatarbelakangi tindakan serangan tersebut. Penyebaran manifesto ini menjadi salah satu fokus utama dalam penyelidikan untuk memahami lebih dalam akar permasalahan.

“Kami memiliki bukti yang kuat yang menunjukkan keterlibatan terdakwa dalam penyebaran materi yang berbahaya ini,” ujar seorang juru bicara Kejaksaan San Diego dalam sebuah pernyataan. “Tindakan ini sangat serius dan kami berkomitmen untuk menuntut keadilan bagi para korban dan komunitas.”

Hingga kini, proses hukum terhadap remaja putri tersebut masih berjalan. Pengadilan akan mempertimbangkan semua bukti yang ada untuk menentukan tingkat kesalahan dan hukuman yang setimpal. Kasus ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan terhadap konten daring dan dampak buruk dari penyebaran ujaran kebencian serta ideologi ekstrem di kalangan generasi muda.

Bagikan: Facebook X WhatsApp