Tuesday, 1 September 2026
BREAKING
BERITA

Wakil Menteri ESDM Resmikan Proyek Hilirisasi Batu Bara BUMI: Langkah Strategis Tingkatkan Nilai Tambah Sumber Daya

Oleh Emanuel September 1, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, secara resmi meresmikan dimulainya groundbreaking proyek hilirisasi batu bara yang digagas oleh PT. Bukit Asam Tbk (PTBA), atau yang dikenal sebagai BUMI. Peresmian ini menandai langkah maju yang signifikan dalam upaya pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam batu bara nasional.

Acara groundbreaking yang menandai dimulainya konstruksi proyek ini berlangsung pada hari Selasa, 23 Mei 2023. Lokasi proyek strategis ini berada di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, sebuah wilayah yang kaya akan cadangan batu bara.

Proyek hilirisasi batu bara ini berfokus pada pembangunan pabrik Dimethyl Ether (DME) yang akan mengubah batu bara menjadi DME. DME ini nantinya akan menjadi bahan bakar alternatif pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang saat ini masih banyak diimpor oleh Indonesia. Dengan demikian, proyek ini diharapkan dapat menekan angka impor LPG dan meningkatkan ketahanan energi nasional.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung dalam sambutannya menyatakan optimisme terhadap potensi proyek ini. “Ini adalah langkah konkret kita untuk tidak hanya mengekspor batu bara mentah, tetapi juga mengolahnya menjadi produk bernilai tambah tinggi. Ini akan membuka lapangan kerja baru dan memberikan kontribusi ekonomi yang besar bagi daerah dan negara,” ujar Yuliot Tanjung. Ia menambahkan bahwa pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan industri hilirisasi sumber daya mineral.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, menjelaskan bahwa proyek pembangunan pabrik DME ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk bertransformasi menjadi perusahaan energi yang lebih berkelanjutan. “Proyek ini tidak hanya tentang mengubah batu bara menjadi DME, tetapi juga tentang inovasi dan keberlanjutan. Kami berupaya untuk memaksimalkan potensi batu bara yang kita miliki dengan cara yang lebih ramah lingkungan dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas,” kata Arsal Ismail. Ia juga mengungkapkan bahwa target produksi DME dari pabrik ini adalah sebesar 1,4 juta ton per tahun.

Proyek hilirisasi batu bara BUMI ini diperkirakan akan memakan waktu konstruksi selama kurang lebih 30 bulan. Setelah selesai dan beroperasi penuh, pabrik DME ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG hingga 1,4 juta ton per tahun, yang setara dengan sekitar 12% dari total kebutuhan nasional. Selain itu, proyek ini juga diproyeksikan dapat menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah yang signifikan selama masa konstruksi maupun operasional.

Bagikan: Facebook X WhatsApp