Tuesday, 1 September 2026
BREAKING
SEPAKBOLA

Joshua Kushner Sesalkan Keterlibatan dalam Rencana Jual Saham Piala Dunia

Oleh Danu Ilham September 1, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Joshua Kushner, seorang kapitalis ventura, menyatakan penyesalannya atas keterlibatannya dalam rencana Presiden FIFA Gianni Infantino yang akhirnya dibatalkan untuk menjual saham Piala Dunia. Ia mengaku tidak akan terlibat jika menyadari reaksi dunia sepak bola terhadap gagasan tersebut.

Kushner, yang merupakan saudara laki-laki penasihat Gedung Putih Jared Kushner, mengungkapkan hal ini dalam sebuah wawancara dengan The Financial Times. Ia menjadi salah satu figur kunci di balik proposal ambisius yang bertujuan untuk memonetisasi aset-aset FIFA, termasuk potensi penjualan saham minoritas dalam hak komersial Piala Dunia.

Rencana ini, yang pertama kali dilaporkan pada awal 2023, dilaporkan melibatkan konsorsium investor yang dipimpin oleh Sixth Street Partners. Tujuannya adalah untuk mengamankan pendanaan jangka panjang bagi FIFA dan mengembangkan potensi komersial sepak bola global secara lebih agresif. Namun, proposal tersebut segera menuai kritik keras dari berbagai pihak, termasuk federasi sepak bola nasional, kelompok suporter, dan mantan pemain.

Kritik utama berpusat pada kekhawatiran bahwa penjualan saham Piala Dunia akan mengkomersialisasi lebih lanjut turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia, mengurangi kontrol FIFA atas aset-asetnya, dan berpotensi menguntungkan investor swasta dengan mengorbankan kepentingan sepak bola itu sendiri. Banyak yang berpendapat bahwa Piala Dunia adalah milik publik dan tidak seharusnya diperlakukan sebagai aset finansial yang dapat diperdagangkan.

Menanggapi gelombang penolakan tersebut, FIFA pada akhirnya menghentikan pembahasan rencana penjualan saham Piala Dunia. Presiden FIFA Gianni Infantino sendiri yang mengumumkan penghentian rencana tersebut, menegaskan bahwa organisasi induk sepak bola dunia tersebut mendengarkan masukan dari para pemangku kepentingan.

Dalam wawancara tersebut, Joshua Kushner menyatakan, “Jika saya tahu bagaimana dunia sepak bola akan bereaksi, saya mungkin tidak akan terlibat.” Pernyataannya ini mengindikasikan bahwa ia tidak sepenuhnya memperhitungkan dampak emosional dan budaya yang kuat terkait dengan Piala Dunia di kalangan penggemar dan komunitas sepak bola global. Ia menambahkan bahwa niat di balik rencana tersebut adalah untuk kebaikan jangka panjang sepak bola, namun ia mengakui adanya kesalahpahaman dalam implementasi dan komunikasi.

Keterlibatan Kushner dalam proposal ini menyoroti upaya FIFA di bawah kepemimpinan Infantino untuk mencari sumber pendapatan baru dan model bisnis yang lebih inovatif. Namun, insiden ini juga menjadi pengingat pentingnya memahami dan menghargai nilai-nilai non-finansial yang melekat pada olahraga populer seperti sepak bola, terutama dalam konteks acara global sebesar Piala Dunia.

Bagikan: Facebook X WhatsApp