Perang yang masih berkecamuk berdampak signifikan pada hubungan dagang China dengan Iran. Dalam tujuh bulan pertama tahun 2026, ekspor dari China ke Iran dilaporkan anjlok hingga 52% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan penurunan drastis dari USD4 miliar menjadi hanya USD1,9 miliar.
Data resmi dari kepabeanan China mengungkapkan gambaran suram tersebut. Penurunan tajam ini mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh kedua negara dalam menjaga kelancaran perdagangan di tengah ketidakstabilan geopolitik yang dipicu oleh konflik global.
Meskipun tidak dirinci secara spesifik dalam data tersebut, perang yang terus berlanjut diduga kuat menjadi faktor utama di balik merosotnya nilai ekspor China ke Iran. Sanksi internasional, gangguan rantai pasok, dan ketidakpastian ekonomi global kemungkinan besar turut memperburuk situasi.
Perubahan ini menandai pergeseran dalam dinamika perdagangan bilateral kedua negara yang sebelumnya mungkin lebih stabil. Dampak dari penurunan ekspor ini tidak hanya dirasakan oleh para eksportir China, tetapi juga berpotensi memengaruhi ketersediaan barang-barang impor di pasar Iran.
Para pengamat ekonomi akan terus memantau perkembangan lebih lanjut untuk melihat apakah tren penurunan ini akan berlanjut atau ada upaya yang dapat dilakukan untuk memulihkan volume perdagangan antara China dan Iran di masa mendatang. Situasi ini menjadi cerminan nyata bagaimana konflik global dapat memiliki konsekuensi ekonomi yang luas hingga ke tingkat bilateral antarnegara.
