Monday, 31 August 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Ilmuwan Ungkap Kemungkinan Uban Kembali Hitam, Ini Mekanismenya

Oleh Muzairi M August 31, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal eLife pada 2 Februari 2021, berhasil mengungkap fenomena mengejutkan: uban atau rambut yang memutih ternyata berpotensi untuk kembali berwarna seperti semula. Temuan ini membuka pandangan baru mengenai proses penuaan rambut yang selama ini dianggap permanen.

Para peneliti dari University of Greifswald, Jerman, menemukan bahwa perubahan warna rambut menjadi putih tidak selalu merupakan proses yang final. Dalam kondisi tertentu, folikel rambut yang sebelumnya memproduksi pigmen rambut bisa kembali aktif dan mengembalikan warna alami rambut.

Tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. Melike Teymuroglu ini mengamati perubahan pigmen pada rambut manusia. Mereka menemukan bahwa hilangnya pigmen rambut, yang menyebabkan kebotakan dan pemutihan, terkait dengan perubahan pada protein-protein dalam sel melanosit. Sel-sel ini bertanggung jawab untuk memproduksi melanin, pigmen yang memberi warna pada rambut dan kulit.

Studi ini secara spesifik meneliti bagaimana stres dapat memengaruhi produksi pigmen. “Kami menemukan bahwa akumulasi protein yang terlipat salah, yang dikenal sebagai agregat protein, di dalam inti sel melanosit, sangat terkait dengan hilangnya pigmen,” jelas Dr. Teymuroglu dalam rilis pers yang dikeluarkan oleh University of Greifswald. Temuan ini menunjukkan bahwa stres seluler, yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor termasuk stres fisik dan emosional, memainkan peran krusial dalam proses pemutihan rambut.

Yang lebih menarik lagi, penelitian ini menunjukkan bahwa ketika stres seluler berkurang, agregat protein ini juga berkurang. Hal ini memungkinkan sel melanosit untuk kembali berfungsi normal dan memproduksi melanin, sehingga rambut yang sempat memutih bisa mendapatkan kembali warnanya.

Meski demikian, para peneliti menekankan bahwa fenomena ini tidak berlaku untuk semua kasus uban. Kembalinya warna rambut ini sangat bergantung pada penyebab awal pemutihan. Jika pemutihan disebabkan oleh faktor genetik murni yang terjadi seiring bertambahnya usia, kemungkinan rambut kembali berwarna mungkin sangat kecil atau tidak mungkin terjadi sama sekali.

Penelitian ini membuka jalan bagi pemahaman yang lebih mendalam tentang penuaan rambut dan potensi pengembangan intervensi di masa depan untuk mengatasi masalah ini. Namun, perlu diingat bahwa temuan ini masih bersifat awal dan memerlukan penelitian lebih lanjut untuk dapat diaplikasikan secara praktis.

Bagikan: Facebook X WhatsApp