Sunday, 30 August 2026
BREAKING
BERITA

Daftar 5 Makanan Pemicu Suasana Hati Buruk yang Perlu Diwaspadai

Oleh Emanuel August 30, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Perasaan murung atau bad mood bisa datang kapan saja, namun tahukah Anda bahwa beberapa makanan yang kita konsumsi sehari-hari ternyata berpotensi memicu perubahan suasana hati negatif? Sebuah riset terbaru mengidentifikasi lima jenis makanan yang sebaiknya diwaspadai jika Anda ingin menjaga mood tetap stabil dan positif.

Kabar buruk bagi para pecinta gorengan, makanan yang digoreng dalam minyak panas ternyata masuk dalam daftar teratas makanan pemicu bad mood. Proses penggorengan menghasilkan senyawa akrilamida yang diketahui dapat memengaruhi sistem saraf pusat dan berujung pada perasaan cemas serta depresi.

Selanjutnya, minuman manis seperti soda dan jus kemasan juga perlu diperhatikan. Kandungan gula tinggi dalam minuman ini dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang drastis, diikuti dengan penurunan tajam yang berakibat pada rasa lelah, iritabilitas, dan sulit berkonsentrasi. Fenomena ini sering disebut sebagai ‘sugar crash‘.

Bagi sebagian orang, konsumsi produk olahan susu seperti keju dan yogurt juga bisa menimbulkan efek negatif pada suasana hati. Hal ini dikaitkan dengan adanya laktosa dan protein kasein yang pada individu tertentu dapat memicu peradangan ringan dalam tubuh, yang secara tidak langsung memengaruhi fungsi otak dan kestabilan emosi.

Makanan olahan tinggi karbohidrat, termasuk roti putih dan kue kering, juga menjadi sorotan. Serupa dengan minuman manis, jenis makanan ini dapat menyebabkan fluktuasi gula darah yang ekstrem. Tubuh akan memproses karbohidrat olahan ini dengan cepat menjadi gula, sehingga menimbulkan efek yang sama seperti konsumsi gula berlebih.

Terakhir, alkohol, meskipun sering dianggap sebagai pereda stres, justru berpotensi memperburuk suasana hati dalam jangka panjang. Konsumsi alkohol dapat mengganggu keseimbangan neurotransmitter di otak, seperti serotonin, yang berperan penting dalam mengatur mood. Efeknya bisa berupa peningkatan kecemasan, depresi, dan gangguan tidur.

Bagikan: Facebook X WhatsApp