Setelah 18 Tahun Vakum, DR PM Guncang Panggung Musik dengan Proyek Ambisius: Album Orkestra dan Kolaborasi Lintas Generasi

Wibowo

DR PM, band rock kenamaan era 90-an, secara mengejutkan kembali menggebrak industri musik Indonesia setelah 18 tahun vakum. Kembalinya mereka ditandai dengan proyek ambisius, mulai dari sesi rekaman langsung (live recording) lagu-lagu hits hingga rencana pembuatan album baru berkonsep orkestra megah. Dua personel inti yang menjadi motor penggerak kebangkitan ini adalah Ronald Fristianto di posisi drumer dan Marshal Surya Rachman sebagai gitaris, keduanya merupakan anggota asli yang membesarkan nama DR PM di kancah musik nasional.

Vakumnya DR PM selama hampir dua dekade tentu menyisakan kerinduan mendalam bagi para penggemar setia mereka. Band yang dikenal dengan musik rock progresifnya ini terakhir aktif pada pertengahan 2000-an sebelum memutuskan untuk hiatus panjang. Momen comeback ini menjadi ajang untuk bernostalgia dan melepas kerinduan setelah sekian lama tidak berkarya bersama di bawah bendera DR PM.

Ronald Fristianto, saat ditemui di Jakarta Selatan pada Senin (22/6/2026), mengungkapkan bahwa kembalinya DR PM lebih dari sekadar nostalgia. "Maknanya kita comeback bernostalgia setelah 18 tahun ya," ujarnya. Ini juga merupakan upaya memperkenalkan kembali identitas dan karakter musik DR PM, dengan harapan generasi baru dapat mengenal karya-karya band yang pernah berjaya di panggung musik Indonesia.

Sebagai langkah awal untuk menandai kembalinya mereka, DR PM memilih untuk menggarap proyek live recording. Proyek ini tidak hanya akan merekam ulang lagu-lagu hit yang pernah melambungkan nama mereka, tetapi juga menjadi sarana untuk menjembatani antara pendengar lama dan generasi baru. Ronald berharap agar melalui live recording ini, musik DR PM dapat dinikmati dan dikenali oleh khalayak yang lebih beragam.

Dalam menghadapi perubahan lanskap industri musik yang begitu pesat, DR PM menunjukkan komitmen untuk beradaptasi tanpa harus kehilangan ciri khas mereka. Meskipun industri kini didominasi oleh platform digital dan tren musik yang dinamis, Ronald menegaskan bahwa DR PM akan tetap mempertahankan esensi musikalitas mereka. "Arahnya mengikuti industri musik zaman now dengan kemasan yang pasti akan beda ala DR PM," jelas Ronald, menggarisbawahi upaya mereka untuk relevan di era modern.

Menariknya, dalam fase baru perjalanan musiknya, DR PM memutuskan untuk menempuh jalur independen. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan; band ingin memiliki kebebasan kreatif yang lebih besar dalam berkarya, tanpa terikat oleh batasan atau arahan dari label rekaman maupun manajemen tertentu. "DR PM memutuskan berjalan sendiri (indi), tidak terikat label manapun atau manajemen," kata Ronald, menekankan otonomi artistik yang mereka pilih.

Selain fokus pada proyek live session, Ronald dan Marshal juga tengah serius menyiapkan materi untuk album baru yang menjanjikan. Album ini direncanakan akan mengusung konsep yang sangat ambisius dan unik: perpaduan orkestra dengan sentuhan aransemen modern. Konsep ini menunjukkan keseriusan DR PM dalam menghadirkan karya yang berkualitas tinggi dan berbeda di tengah gempuran tren musik instan.

Penggunaan elemen orkestra dalam album mendatang merupakan eksperimen berani yang diharapkan memperkaya warna musik DR PM. Ronald menjelaskan, konsep ini akan direalisasikan melalui "orchestra live" atau menggunakan "strings VST" (Virtual Studio Technology), menawarkan fleksibilitas produksi namun tetap menghasilkan suara megah. "Next album pasti dengan aransemen kekinian dengan konsep orchestra live atau menggunakan strings VST," ungkapnya.

Ronald menegaskan bahwa eksperimen musikal ini bukan sekadar mengikuti tren atau "FOMO" (Fear Of Missing Out), melainkan upaya untuk menghadirkan karya yang memiliki karakter kuat dan relevansi. DR PM ingin menyuguhkan musik yang tidak hanya kekinian, tetapi juga memiliki kedalaman lirik dan notasi yang dapat terhubung dengan pendengar. Mereka bertekad menciptakan musik yang punya "warna" tersendiri di tengah keragaman musik saat ini.

Untuk mengisi posisi vokal dalam album baru, DR PM berencana menggandeng sejumlah penyanyi dari berbagai generasi. Strategi kolaborasi lintas generasi ini akan melibatkan vokalis dari era 1990-an hingga Gen Z, diharapkan menciptakan jembatan antara masa lalu dan masa kini. Pemilihan ini bertujuan memperluas jangkauan pendengar dan memberikan dimensi baru pada karya-karya DR PM.

"Kami memilih berkolaborasi dengan vokalis lintas generasi, mulai dari era 1990-an hingga Gen Z," pungkas Ronald. Pendekatan ini menunjukkan keterbukaan DR PM terhadap eksplorasi musikal dan upaya menyatukan berbagai segmen pendengar. Musik DR PM diharapkan tidak hanya dinikmati penggemar lama yang rindu, tetapi juga menarik perhatian generasi muda yang mencari pengalaman baru.

Kembalinya DR PM ke panggung musik setelah hampir dua dekade menjadi angin segar bagi industri musik rock Indonesia. Dengan semangat independen, proyek live recording yang menjanjikan, serta rencana album berkonsep orkestra dan kolaborasi lintas generasi, DR PM siap membuktikan bahwa mereka bukan sekadar band nostalgia, melainkan entitas musikal yang terus berevolusi dan relevan. Para penggemar kini menantikan gebrakan nyata dari Ronald dan Marshal untuk kembali menorehkan sejarah di blantika musik Tanah Air.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All