Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan para pemangku kepentingan, khususnya para pemimpin, akan sifat kekuasaan yang hanya bersifat sementara. Beliau menekankan pentingnya untuk tidak menyalahgunakan jabatan demi menjatuhkan orang lain. Pesan ini disampaikan di tengah dinamika politik dan sosial yang kerap diwarnai persaingan.
Dalam pidatonya yang sarat makna, Presiden Jokowi menegaskan, “Kekuasaan itu hanya sementara. Jangan sampai kekuasaan itu dipakai untuk menjatuhkan orang, dipakai untuk membungkam orang.” Pernyataan ini dilontarkan saat beliau memberikan sambutan pada acara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2023 di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, pada tanggal 1 Juni 2023..
Lebih lanjut, Presiden Jokowi menguraikan bahwa kekuasaan yang dimiliki seharusnya digunakan untuk kebaikan bersama dan pembangunan bangsa. Beliau secara spesifik menyoroti bahaya penyalahgunaan kekuasaan yang dapat berujung pada penindasan dan hilangnya kebebasan berekspresi. Hal ini sejalan dengan semangat Pancasila yang mengutamakan persatuan dan keadilan.
Menurut Presiden, praktik menjatuhkan lawan politik atau pihak yang berseberangan melalui cara-cara tidak sehat merupakan tindakan yang merusak tatanan demokrasi. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk senantiasa menjaga etika dalam berpolitik dan bermasyarakat. “Jangan sampai kekuasaan itu dipakai untuk membungkam orang, dipakai untuk menjatuhkan orang,” ulang Presiden Jokowi, menekankan kembali pentingnya prinsip keadilan dan kebenaran.
Peringatan ini bukan hanya ditujukan kepada para pejabat publik, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat Indonesia. Presiden Jokowi berharap agar semangat Pancasila yang menjunjung tinggi kemanusiaan dan persatuan dapat terus diinternalisasi dalam setiap tindakan, termasuk dalam berinteraksi di ranah publik dan politik. Penggunaan kekuasaan yang bertanggung jawab adalah kunci untuk menjaga keharmonisan dan kemajuan Indonesia.
