Sunday, 30 August 2026
BREAKING
BERITA

Bunga Refugia: Senjata Alami Petani Kendalikan Hama Tanpa Kimia

Oleh Emanuel August 30, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Petani kini punya amunisi baru dalam memerangi hama tanaman, yakni bunga-bunga cantik yang dikenal sebagai tanaman refugia. Kehadiran tanaman ini terbukti efektif membantu petani mengendalikan hama secara alami, tanpa perlu bergantung pada pestisida kimia.

Tanaman refugia berperan penting dalam ekosistem pertanian dengan menyediakan habitat yang aman bagi serangga predator dan parasitoid. Serangga-serangga bermanfaat ini merupakan musuh alami bagi berbagai jenis hama yang sering merusak tanaman budidaya.

Menurut laporan yang ada, setidaknya ada 10 jenis tanaman yang direkomendasikan untuk dibudidayakan sebagai refugia. Jeni-jenis tersebut antara lain bunga matahari, kenikir, cosmos, bunga kertas, bunga telang, kacang-kacangan, sorgum, jagung, padi gogo, dan kedelai.

Pengembangan dan pemanfaatan tanaman refugia ini merupakan bagian dari program yang digagas oleh Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tanaman (BBPOPT) Kementerian Pertanian. Kepala BBPOPT, Ir. Imanuddin, M.Sc., menjelaskan bahwa keberadaan refugia sangat krusial dalam mendukung keberlanjutan pertanian.

β€œTanaman refugia ini sangat penting dalam mendukung keberlanjutan pertanian, karena memberikan ruang dan sumber makanan bagi musuh alami hama. Dengan begitu, populasi hama bisa terkendali secara alami dan mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia,” ujar Ir. Imanuddin, M.Sc.

Konsep budidaya tanaman refugia sebenarnya bukan hal baru, namun penerapannya di lapangan masih perlu ditingkatkan. Kehadiran refugia di lahan pertanian akan menciptakan keseimbangan ekologis. Predator seperti kumbang koksi (ladybugs) dan laba-laba, serta parasitoid seperti tawon, akan tertarik untuk bersarang dan berkembang biak di antara tanaman-tanaman ini.

Saat populasi hama mulai meningkat, predator dan parasitoid yang telah berkembang biak di area refugia akan segera bergerak menyerang dan memangsa hama tersebut. Strategi ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga efektif menekan kerugian hasil panen akibat serangan hama.

BBPOPT terus berupaya mensosialisasikan pentingnya tanaman refugia kepada para petani. Diharapkan dengan semakin luasnya pemahaman dan penerapan budidaya refugia, sektor pertanian Indonesia dapat menjadi lebih mandiri dan berkelanjutan, serta menghasilkan produk pangan yang lebih sehat.

Bagikan: Facebook X WhatsApp