Saturday, 29 August 2026
BREAKING
BERITA

Modus Kejahatan Perbankan Digital Mengintai: OJK Ingatkan Waspada Rekening Terkuras

Oleh Emanuel August 29, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Meningkatnya penggunaan layanan perbankan melalui aplikasi mobile banking ternyata membawa serta risiko kejahatan siber yang semakin canggih. Berbagai modus baru terus bermunculan, mengintai nasabah yang lengah dan berpotensi menguras habis saldo rekening mereka. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun mengingatkan masyarakat untuk senantiasa waspada dan mengambil langkah pencegahan demi melindungi aset serta data perbankan pribadi.

Tren digitalisasi perbankan memang menawarkan kemudahan dan kecepatan dalam bertransaksi. Namun, di balik kenyamanan tersebut, para pelaku kejahatan siber terus berinovasi. Salah satu modus yang kerap dilaporkan adalah penipuan yang memanfaatkan celah keamanan pada aplikasi mobile banking, atau bahkan melalui teknik rekayasa sosial yang mengelabui korban untuk memberikan akses atau informasi sensitif.

Pihak OJK menekankan pentingnya nasabah untuk tidak pernah membagikan informasi rahasia perbankan mereka kepada siapapun. Data seperti nomor PIN, kata sandi, kode OTP (One-Time Password), nomor kartu kredit/debit, hingga CVV kartu kredit adalah informasi yang sangat krusial dan hanya boleh diketahui oleh pemilik rekening itu sendiri. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak pernah membagikan informasi pribadi dan rahasia perbankan kepada pihak manapun,” tegas Deputi Komisioner Perlindungan Konsumen OJK, Hendrikus Ivo, dalam sebuah pernyataan.

Lebih lanjut, OJK memberikan sejumlah tips konkret untuk meminimalisir risiko kebocoran data dan kerugian finansial. Pertama, selalu perbarui aplikasi mobile banking Anda ke versi terbarunya. Pembaruan seringkali menyertakan patch keamanan terbaru yang dapat menutup celah kerentanan. Kedua, hindari melakukan transaksi perbankan di jaringan Wi-Fi publik yang tidak aman. Jaringan yang tidak terenkripsi rentan terhadap penyadapan data.

Tips penting lainnya adalah menjaga kerahasiaan data pribadi. Jangan pernah mengklik tautan atau mengunduh lampiran dari email atau pesan singkat yang mencurigakan, meskipun terlihat berasal dari lembaga keuangan tepercaya. Pelaku kejahatan seringkali menggunakan taktik phishing untuk mencuri informasi login. Selain itu, gunakan kata sandi yang kuat dan unik untuk setiap akun perbankan Anda, serta aktifkan otentikasi dua faktor (2FA) jika tersedia.

Jika Anda mendapati adanya transaksi yang tidak dikenal atau merasa ada aktivitas mencurigakan pada rekening Anda, segera laporkan kepada pihak bank Anda. Kecepatan dalam melaporkan dapat membantu meminimalisir kerugian yang lebih besar. Dengan kesadaran dan tindakan pencegahan yang tepat, masyarakat dapat menikmati kemudahan mobile banking tanpa harus khawatir menjadi korban kejahatan siber.

Bagikan: Facebook X WhatsApp