Saturday, 29 August 2026
BREAKING
EKONOMI

Tantangan Produk Berkelanjutan: 37% Konsumen Indonesia Belum Pernah Membeli Akibat Keterbatasan Akses

Oleh Yohanes August 29, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Sebanyak 37% konsumen di Indonesia mengaku belum pernah sekalipun membeli produk berkelanjutan. Fakta ini terungkap dari riset yang menunjukkan bahwa mayoritas konsumen sebetulnya memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan. Namun, kendala utama yang dihadapi bukan pada kemauan, melainkan pada sulitnya menemukan produk-produk tersebut di pasaran.

Temuan ini menggarisbawahi adanya kesenjangan antara niat baik konsumen dan ketersediaan produk berkelanjutan. Brand-brand yang mengusung prinsip keberlanjutan memiliki pekerjaan rumah besar untuk menjembatani kesenjangan ini agar produk mereka lebih mudah diakses oleh masyarakat luas. Hal ini penting mengingat kesadaran konsumen terhadap isu lingkungan terus meningkat.

Dalam sebuah diskusi bertajuk “Responsible Brands Meet Conscious Consumers” yang diselenggarakan oleh MarkPlus, Inc., terungkap bahwa meskipun banyak konsumen yang sadar akan pentingnya memilih produk yang bertanggung jawab, tantangan terbesar terletak pada faktor ketersediaan. Data menunjukkan bahwa 37% konsumen Indonesia belum pernah melakukan pembelian produk berkelanjutan. Angka ini cukup signifikan dan mengindikasikan bahwa banyak potensi pasar yang belum tergarap.

Riset yang dipresentasikan dalam acara tersebut mengonfirmasi bahwa rendahnya angka pembelian produk berkelanjutan bukan disebabkan oleh ketidakpedulian konsumen terhadap isu lingkungan. Sebaliknya, alasan utama yang dikemukakan adalah kesulitan dalam menemukan produk-produk tersebut. Hal ini mengindikasikan bahwa strategi distribusi dan penetrasi pasar yang dilakukan oleh brand-brand berkelanjutan perlu dievaluasi kembali.

Prof. Rhenald Kasali, Ph.D., selaku Founder & CEO MarkPlus, Inc., turut menyoroti fenomena ini. Beliau menyatakan, “Konsumen kita sebenarnya sudah mulai peduli, tapi produknya belum sampai ke mereka.” Pernyataan ini menegaskan bahwa tantangan utama adalah bagaimana memastikan produk berkelanjutan dapat menjangkau konsumen dengan lebih mudah dan efektif. Diperlukan kolaborasi antara produsen, distributor, dan bahkan pemerintah untuk menciptakan ekosistem yang mendukung produk berkelanjutan.

Lebih lanjut, Rhenald Kasali menekankan pentingnya bagi para brand untuk beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen. Era di mana konsumen hanya mencari harga murah telah bergeser. Kini, konsumen semakin cerdas dan mempertimbangkan dampak dari setiap pembelian yang mereka lakukan. Oleh karena itu, brand yang mampu menunjukkan komitmen nyata terhadap keberlanjutan akan memiliki keunggulan kompetitif di masa depan.

Pertemuan antara brand yang bertanggung jawab dan konsumen yang semakin peduli ini menjadi momentum krusial. Brand perlu lebih proaktif dalam mengkomunikasikan nilai-nilai keberlanjutan mereka dan memastikan produknya mudah dijangkau. Sementara itu, konsumen yang memiliki kesadaran tinggi perlu terus didukung agar keputusan pembelian mereka dapat memberikan dampak positif yang lebih luas.

Bagikan: Facebook X WhatsApp