Bloodhounds: Dari Ring Tinju ke Arena Global, Mengupas Tuntas Drama Aksi Brutal Netflix yang Dinanti Season 2

Wibowo

Serial drama Korea "Bloodhounds" telah mencuri perhatian penikmat drakor di seluruh dunia sejak debutnya di Netflix pada Juni 2023. Kisah brutal dua petinju muda yang terseret dalam pusaran dunia kriminal jalanan dan jerat rentenir kejam ini berhasil menembus berbagai daftar tontonan terbaik, bahkan memicu antusiasme tinggi terhadap kelanjutan kisahnya. Keberhasilan "Bloodhounds" tak hanya memperkuat dominasi konten Korea di panggung global, tetapi juga menunjukkan kekuatan narasi yang kaya akan aksi dan patos.

Drama ini dengan cepat melesat menjadi salah satu tontonan paling populer di platform streaming tersebut, membuktikan daya tariknya yang universal. Tak mengherankan jika majalah Time memasukkan "Bloodhounds" dalam daftar "10 Best Korean Dramas" pada tahun 2023. Salah satu bintang utamanya, Lee Sang-yi, bahkan diganjar Excellence Award in Acting di Korean Drama Awards berkat perannya yang memukau sebagai Hong Woo-jin. Dengan hanya delapan episode yang dikemas padat di musim pertamanya, "Bloodhounds" dinilai sebagai karya penuh ketegangan dan emosi, menandai kemitraan sukses antara Netflix dengan industri hiburan Korea Selatan.

Memahami judul "Bloodhounds" menjadi kunci untuk menyelami konsep drama ini. Serial ini merupakan adaptasi dari komik digital berjudul sama karya Jeong Chan, sebuah drama aksi yang terdiri dari 85 episode dan tayang eksklusif di WEBTOON dari tahun 2019 hingga 2020. Istilah "Bloodhounds" sendiri merujuk pada anjing pemburu yang dikenal karena kemampuan melacak mangsanya tanpa henti, sebuah metafora yang sangat pas menggambarkan kegigihan para karakter utama dalam memburu keadilan dan melawan tirani. Versi drama membawa beberapa perubahan signifikan, termasuk mengganti latar belakang bela diri karakter utama dari judo menjadi tinju, serta menambahkan konteks pandemi COVID-19 yang tidak ada di webtoon aslinya, memberikan sentuhan realisme kontemporer.

Kisah "Bloodhounds" berpusat pada Kim Geon-woo, seorang mantan Marinir berhati baik dan petinju berbakat yang diperankan oleh Woo Do-hwan. Karakter Geon-woo digambarkan dengan intensitas fisik dan ketulusan yang memukau, menjadikannya pahlawan yang sangat manusiawi meskipun di tengah dunia yang brutal. Dalam sebuah turnamen tinju pemula, Geon-woo bertemu dan mengalahkan Hong Woo-jin, seorang petinju lain yang diperankan oleh Lee Sang-yi, namun pertemuan ini justru menumbuhkan persahabatan karib di antara keduanya.

Kehidupan damai Geon-woo dan Woo-jin berubah drastis saat ibu Geon-woo terpaksa mengambil pinjaman dari bisnis ilegal bernama Smile Capital, yang dikelola oleh Kim Myeong-gil. Sosok Myeong-gil yang kejam, diperankan dengan sangat meyakinkan, tidak segan melakukan apa pun demi mempertahankan kekuasaannya. Setelah berselisih dengan Myeong-gil, wajah Geon-woo disayat, membuatnya harus meninggalkan dunia tinju dan mencari cara lain untuk melunasi utang ibunya. Tekadnya untuk menghentikan sang rentenir semakin membara.

Secara konseptual, "Bloodhounds" adalah drama aksi-kriminal balas dendam tentang dua petinju muda yang menantang kerajaan rentenir kejam. Namun, dalam praktiknya, serial ini terasa lebih intim, menggambarkan perjuangan orang-orang baik yang berusaha melindungi keluarga mereka di dunia di mana uang telah menjadi senjata utama. Ini adalah cerminan tentang apa yang terjadi ketika keputusasaan finansial bertemu dengan kekejaman predator, serta tentang gagasan bahwa kebaikan masih memiliki makna di tengah kekerasan. Sutradara Kim Joo-hwan, seperti dikutip dari The Korea Times, menyatakan bahwa ia ingin menunjukkan rasa sakit masyarakat kontemporer dan proses mereka mengatasi rintangan untuk terhubung dengan penonton global. Konteks sosial ini sangat relevan, mengingat Korea Selatan memiliki rasio utang rumah tangga yang tinggi, mendorong banyak pihak ke dalam ekonomi bayangan rentenir ilegal.

Salah satu kekuatan utama "Bloodhounds" terletak pada ensemble cast yang solid, yang menampilkan chemistry luar biasa antar pemeran. Penonton dengan mudah mendukung perjuangan Geon-woo dan Woo-jin, berkat akting apik Woo Do-hwan dan Lee Sang-yi yang berhasil membangun ikatan persahabatan yang kuat di layar. Di balik layar, drama ini menjadi proyek Netflix pertama bagi sutradara Kim Joo-hwan, yang sebelumnya dikenal lewat film-film aksi sukses seperti "Midnight Runners" (2017) dan "The Divine Fury" (2019). Pengalaman Kim Joo-hwan dalam menggarap genre aksi terbukti menjadi kunci kesuksesan "Bloodhounds" dalam menyajikan adegan pertarungan yang intens dan memukau.

Kabar gembira bagi para penggemar "Bloodhounds" datang pada 16 Januari 2025, ketika Netflix Korea secara resmi mengonfirmasi produksi musim kedua serial ini. Woo Do-hwan dan Lee Sang-yi dipastikan akan kembali memerankan karakter mereka, Kim Geon-woo dan Hong Woo-jin, melanjutkan saga pertarungan mereka melawan kejahatan. Kelanjutan kisah "Bloodhounds" ini menjadi salah satu serial yang paling ditunggu, terutama setelah kesuksesan besar musim pertamanya yang berhasil menembus daftar Top 10 di lebih dari 40 negara. Keputusan Netflix untuk memproduksi musim kedua ini tentu tidak mengejutkan, mengingat antusiasme global yang begitu tinggi.

Musim kedua "Bloodhounds" menjanjikan pertarungan yang jauh lebih besar dan taruhan yang lebih tinggi. Setelah berhasil mengalahkan para lintah darat lokal, duo petinju ini kini menjadi sasaran sindikat global yang jauh lebih besar. Sindikat ini mengoperasikan liga tinju ilegal bernama Iron Knuckle Fighting Championship (IKFC), yang dikendalikan oleh antagonis baru yang mengerikan: Baek-jeong. Karakter Baek-jeong ini diperankan secara memukau oleh legenda K-pop dan aktor senior, Jung Ji-hoon, yang lebih dikenal dengan nama panggung Rain. Kehadiran Rain sebagai penjahat utama tentu menambah daya tarik dan level ketegangan dalam cerita.

Persiapan para aktor untuk musim kedua ini pun tak main-main. Woo Do-hwan, seperti dikutip dari The Korea Times, menjelaskan bahwa serial ini menuntut segalanya – tubuh dan jiwa – tanpa menyisakan ruang untuk hal lain. Bahkan di hari libur pun diisi dengan latihan untuk membangun kekuatan demi pertarungan yang akan datang. Untuk musim kedua, Woo Do-hwan secara khusus menambah 13 kilogram berat badan melalui latihan yang lebih sistematis. Ia menggambarkan perkembangan karakternya, "Gun-woo di Season 1 masih seorang bocah – canggung dalam emosi, senyum, bahkan sopan santun dasar. Pertandingan di Season 1 hanyalah pertarungan antar pemula. Tapi Season 2 dibuka dengan pertarungan gelar dunia," menunjukkan evolusi karakter yang signifikan.

Lee Sang-yi juga turut memaparkan, seperti dilansir MyDramaList News, bahwa pelatih tinjunya mengatakan tinju adalah salah satu olahraga paling berat. "Kamu tidak punya senjata. Hanya dua kepalan tangan untuk menghadapi lawanmu," ujarnya, menggambarkan intensitas persiapan fisik dan mental yang harus mereka jalani. Sutradara aksi Jung Sung-ho menjelaskan bahwa gaya bertarung Geon-woo akan dimulai dengan gaya power boxing ortodoks yang berat dan tegas. Adegan aksi di musim kedua tidak hanya terbatas pada ring tinju, tetapi juga akan berlangsung di berbagai lokasi seperti rumah, kandang octagon, gudang, dan tempat parkir, masing-masing dengan ritme dan atmosfer tersendiri, menjanjikan visual yang lebih dinamis dan beragam.

Musim pertama "Bloodhounds" terdiri dari delapan episode, sementara musim kedua akan hadir dengan tujuh episode, masing-masing berdurasi sekitar 60 menit dan seluruhnya tersedia di platform streaming Netflix. Yang menarik, musim kedua bahkan ditutup dengan sebuah teaser yang mengisyaratkan kemungkinan adanya musim ketiga, memicu perbincangan dan spekulasi lebih lanjut di kalangan penggemar mengenai kelanjutan serial aksi brutal ini. Hal ini menunjukkan kepercayaan diri tim produksi dan Netflix terhadap potensi jangka panjang cerita "Bloodhounds" dalam memikat penonton.

Secara keseluruhan, "Bloodhounds" bukan sekadar drama aksi biasa, melainkan sebuah narasi mendalam yang menggabungkan elemen balas dendam, persahabatan, dan kritik sosial yang tajam. Dengan alur cerita yang intens, karakter yang kuat, dan adegan aksi yang memukau, "Bloodhounds" berhasil memposisikan dirinya sebagai salah satu drama Korea thriller terbaik di Netflix. Dengan konfirmasi musim kedua yang menjanjikan pertarungan lebih besar di arena global, serial ini dipastikan akan terus menjadi perbincangan hangat dan mempertahankan statusnya sebagai fenomena drakor yang tak bisa dilewatkan.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All