Bek Wrexham, Dom Hyam, mengisyaratkan bahwa timnya mungkin perlu menumbuhkan sisi “kejam” untuk mengatasi permasalahan di lini pertahanan. Pernyataan ini muncul di tengah sorotan terhadap performa pertahanan klub yang dinilai perlu perbaikan.
Hyam, yang merupakan bagian penting dari lini belakang Wrexham, secara terbuka mengakui bahwa ada sesuatu yang hilang dari cara tim bermain. Menurutnya, pendekatan yang lebih agresif dan gigih diperlukan untuk mencegah gol-gol yang seharusnya bisa dihindari. Ia berpendapat bahwa “sifat kejam” ini bukan berarti bermain kasar secara tidak sportif, melainkan lebih kepada determinasi yang lebih tinggi dalam memenangkan duel dan memblokir serangan lawan.
“Kami perlu menemukan sedikit lebih banyak sisi ‘kejam’ dalam diri kami, saya pikir,” ujar Hyam seperti dikutip. Ia menambahkan, “Maksud saya, bukan dalam arti kasar yang buruk, tetapi hanya dalam arti memenangkan duel, menghentikan bola di garis, dan tidak membiarkan bola melewati kami.”
Pengakuan ini datang pada momen krusial bagi Wrexham, yang terus berupaya mengukuhkan posisinya dalam persaingan. Masalah pertahanan, sekecil apapun, bisa menjadi hambatan signifikan dalam mencapai target jangka panjang. Hyam menekankan pentingnya ketangguhan mental dan fisik dalam setiap aspek permainan, terutama ketika menghadapi tekanan dari tim lawan. Ia melihat bahwa terkadang tim terlalu lunak dalam menghadapi situasi tertentu, yang berujung pada kebobolan.
Lebih lanjut, Hyam menjelaskan bahwa peningkatan ini harus datang dari seluruh tim, bukan hanya lini pertahanan. Setiap pemain, dari penyerang hingga kiper, memiliki peran dalam membangun tembok pertahanan yang kokoh. Budaya tim yang menuntut setiap individu untuk berjuang ekstra dalam fase bertahan akan menjadi kunci. “Itu adalah sesuatu yang perlu kami kerjakan, dan saya tahu kami bisa melakukannya,” pungkas Hyam, menunjukkan optimisme bahwa perbaikan dapat dicapai melalui latihan dan fokus yang tepat.
