Sudarsi, istri dari almarhum Bambang Setiawan, korban tewas dalam kericuhan yang terjadi pada 27 Agustus, membagikan kesaksian pilu mengenai detik-detik terakhir suaminya. Peristiwa tragis ini merenggut nyawa Bambang, meninggalkan luka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.
Menurut penuturan Sudarsi, suaminya menjadi korban dalam insiden tersebut. Ia mengungkapkan bahwa Bambang tengah berada di lokasi kejadian ketika kericuhan pecah. Detail mengenai kronologi pasti sebelum insiden maut itu terjadi masih menjadi fokus penyelidikan lebih lanjut, namun kesaksian Sudarsi memberikan gambaran emosional dari sisi keluarga.
Sudarsi menceritakan bahwa suaminya tidak pernah menyangka akan mengalami nasib nahas tersebut. “Dia (Bambang) tidak punya masalah apa-apa, dia orang baik,” ujar Sudarsi dengan nada bergetar saat ditemui. Kesaksian ini menegaskan bahwa Bambang adalah korban yang tidak bersalah dalam peristiwa tersebut. Kehilangan Bambang meninggalkan duka yang mendalam bagi Sudarsi dan seluruh anggota keluarga.
Kericuhan yang terjadi pada 27 Agustus tersebut telah menimbulkan korban jiwa, termasuk Bambang Setiawan. Pihak berwenang masih terus mendalami motif dan penyebab pasti dari insiden yang berujung pada hilangnya nyawa tersebut. Proses identifikasi dan penanganan korban menjadi prioritas utama pasca kejadian.
Kisah pilu Sudarsi menjadi pengingat akan dampak buruk dari kekerasan dan kericuhan yang dapat merenggut nyawa orang-orang tak bersalah. Harapan kini tertuju pada proses hukum agar pelaku dan pihak yang bertanggung jawab dapat segera terungkap dan mendapatkan ganjaran yang setimpal.
