Ironi Digital Layanan Publik: Aplikasi Cek Bansos Kemensos Raih Rating 1,5 Bintang di App Store, Namun Jadi Tumpuan Jutaan KPM

Rini Widiyarti

Aplikasi Cek Bansos, sebuah platform vital yang dikembangkan Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI), menghadapi dilema serius. Meskipun menjadi jalur utama jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk informasi Program Keluarga Harapan (PKH), aplikasi ini terperosok dalam kritik pedas. Di App Store, toko aplikasi resmi perangkat Apple, Cek Bansos hanya mengantongi skor 1,5 dari 5 bintang, cerminan frustrasi masif penggunanya.

Ironisnya, aplikasi ini merupakan satu-satunya saluran mobile resmi pemerintah, dengan hak cipta © 2025 Kementerian Sosial Republik Indonesia. Keberadaannya krusial dalam digitalisasi layanan publik, namun kualitas teknisnya jauh dari harapan, memicu rentetan keluhan yang terus-menerus. Para pengamat melihat adanya jurang lebar antara ekspektasi efisiensi birokrasi digital dengan realitas teknis yang dihadapi KPM di lapangan.

Meskipun ratingnya jeblok, aplikasi ini menunjukkan krusialnya peran dalam layanan publik digital. Tercatat, Cek Bansos menduduki peringkat No. 4 dalam kategori "Reference" di App Store. Ini membuktikan bahwa terlepas dari segala kendala, kebutuhan mendesak masyarakat terhadap informasi bantuan sosial tetap menempatkan aplikasi ini sebagai yang paling dicari dan diandalkan.

Secara tekn

Baca Juga

Menjadi Sorotan

View All