Friday, 28 August 2026
BREAKING
POLITIK

Prabowo Panggil Panglima Jilah ke Istana, Fokus Bahas Karhutla Kalbar

Oleh Danu Ilham August 28, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan bertemu dengan Panglima Jilah di Istana Kepresidenan hari ini, Senin (24/6/2024). Pertemuan tersebut diagendakan untuk membahas secara mendalam mengenai penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang tengah melanda wilayah Kalimantan Barat.

Kehadiran Panglima Jilah atas undangan langsung dari Presiden Prabowo. Fokus utama pembicaraan dipastikan akan mengerucut pada isu Karhutla, sebuah permasalahan lingkungan yang kerap menjadi tantangan serius di provinsi tersebut. Situasi ini memerlukan perhatian khusus dan langkah strategis dari pemerintah pusat maupun daerah.

Dalam pernyataannya kepada awak media, Panglima Jilah mengungkapkan rasa terima kasihnya atas undangan dari Presiden. Ia menegaskan bahwa dirinya siap memberikan informasi dan pandangan terkait kondisi terkini Karhutla di Kalimantan Barat. “Saya bersyukur diundang Bapak Presiden, tentu saya akan melaporkan kondisi yang ada di lapangan,” ujar Panglima Jilah.

Lebih lanjut, Panglima Jilah menyampaikan optimismenya bahwa pertemuan ini akan menghasilkan solusi konkret. Ia berharap, diskusi dengan Presiden Prabowo dapat mempercepat upaya penanggulangan kebakaran dan mencegah meluasnya dampak negatif Karhutla. “Mudah-mudahan ada solusi terbaik untuk kita semua,” tambahnya.

Karhutla di Kalimantan Barat memang menjadi perhatian serius. Kebakaran yang terjadi tidak hanya mengancam kelestarian lingkungan, tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat akibat kabut asap dan mengganggu aktivitas ekonomi serta transportasi. Oleh karena itu, koordinasi intensif antara berbagai pihak, termasuk tokoh adat seperti Panglima Jilah, menjadi krusial dalam upaya pencegahan dan pemadaman.

Presiden Prabowo sendiri sebelumnya telah menunjukkan komitmennya untuk mengatasi Karhutla di berbagai daerah. Melalui pertemuan dengan Panglima Jilah, diharapkan dapat terjalin sinergi yang lebih kuat antara pemerintah dan elemen masyarakat adat dalam menghadapi bencana ekologis ini, khususnya di Kalimantan Barat.

Bagikan: Facebook X WhatsApp