Raja Norwegia Harald V menghembuskan napas terakhirnya di usia 89 tahun. Kepergian sang raja menyusul perawatan intensif yang dijalaninya akibat infeksi bakteri dalam darahnya. Beliau dikenal sebagai sosok yang membawa perubahan dalam monarki Norwegia.
Selama masa pemerintahannya yang panjang, Raja Harald V menjadi simbol stabilitas dan persatuan bagi rakyat Norwegia. Ia naik takhta pada 17 Januari 1991, menggantikan ayahnya, Raja Olav V. Sejak saat itu, beliau telah memimpin negaranya melewati berbagai era perubahan sosial dan politik.
Salah satu warisan terpenting Raja Harald V adalah keberaniannya untuk memutus tradisi yang telah lama mengikat monarki. Beliau secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap pernikahan sesama jenis, sebuah sikap progresif yang mendapat pujian luas dan dianggap sebagai langkah penting dalam memajukan kesetaraan di Norwegia. Pernyataan ini tidak hanya mencerminkan pandangan pribadi beliau, tetapi juga menunjukkan komitmennya terhadap nilai-nilai inklusivitas.
Selain itu, Raja Harald V juga dikenal karena pendekatannya yang lebih santai dan membumi dibandingkan raja-raja sebelumnya. Beliau sering terlihat berinteraksi langsung dengan rakyatnya, menunjukkan kepedulian dan empati yang mendalam. Sikap ini berhasil mempererat hubungan antara monarki dan masyarakat, membuat institusi kerajaan terasa lebih dekat dan relevan bagi generasi muda.
Meskipun demikian, perjalanan Raja Harald V tidak selalu mulus. Beliau pernah menghadapi kritik terkait isu-isu tertentu, namun selalu meresponsnya dengan bijaksana dan tenang. Beliau selalu menekankan pentingnya persatuan nasional dan mendorong dialog antarwarga negara.
Raja Harald V lahir pada 21 Februari 1937 di Skaugum, Norwegia. Sejak kecil, beliau telah dipersiapkan untuk peran kepemimpinannya. Beliau mengenyam pendidikan di Inggris dan Amerika Serikat sebelum kembali ke Norwegia untuk melayani negaranya.
Kepergian Raja Harald V meninggalkan duka mendalam bagi keluarga kerajaan dan seluruh rakyat Norwegia. Penggantinya, Putra Mahkota Haakon, kini akan melanjutkan estafet kepemimpinan, membawa visi dan semangat baru bagi masa depan monarki Norwegia.
